Soal Tambak Udang “Ilegal”, Dewan Minta Pemkab Sumenep Tak Tutup Mata

Ilustrasi

SUMENEP, Rabu (01/08/2018) suaraindonesia-news.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar memberikan tindakan tegas perihal keberadaan tambak udang yang tidak mengantongi ijin atau “ilegal”.

Seperti tambak udang yang ada di Desa Kombang, Kecamatan/Pulau Talango Sumenep ini. Meski sudah jelas tidak mengantongi ijin, sejauh ini belum disikapi oleh Pemkab.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Akis Jasuli mengatakan, tambak udang yang tidak berizin sudah jelas melanggar peraturan daerah (Perda). Sehingga tidak ada alasan bagi Pemkab Sumenep untuk tidak menutup paksa tambak udang yang ilegal.

“Seharusnya ditutup kalau memang tidak ada ijinnya, karena memang aturannya seperti itu. Penegak Perda, seperti Satpol PP bersama tim yang ada di Pemkab harus menutup,” katanya.

Selain itu, kata Politisi Nasdem ini, persoalan tersebut saat ini kian memanas dan menggelinding kepada adanya dugaan penyerobotan lahan warga oleh pembangunan tambak tersebut.

Jika kabar itu benar adanya, politisi muda asal Pulau Talango ini menilai pembangunan tambak udang yang sudah berlangsung sejak dua tahun lalu tanpa ijin tersebut lantaran belum disikapi secara maksimal oleh penegar Perda.

Ditambah Akis, isu tambak udang di Bumi Sumekar saat ini menjadi perhatian publik. Masalah tersebut berkaitan erat dengan isu agraria yang dikuasai pemodal. Sehingga permasalahan tambak udang seperti di Talango harus disikapi dengan serius.

“Iya segerakanlah Pemkab bertindak pada aktivitas tambak ilegal itu, agar masalah antar warga sekitar tidak semakin panas dan tidak melebar kemana-mana,” pinta Akis.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan sudah ada pembicaraan untuk menindak lanjuti tambak udang yang ilegal. Oleh karenanya, ia berjanji bersama tim akan turun ke lokasi untuk mengecek langsung tambak udang tersebut.

“Untuk menindak tambak udang yang diduga ilegal tersebut tidak bisa sendirian, tetapi harus bersama tim yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep,” singkatnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here