Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita Utama

Soal Kondisi Tata Kelola Pemprov Malut, Politikus PKS Dan Golkar Saling Kritik

Avatar of admin
×

Soal Kondisi Tata Kelola Pemprov Malut, Politikus PKS Dan Golkar Saling Kritik

Sebarkan artikel ini
IMG 20170303 221709
Foto Ahmad Hidayat Mus (Jaket kuning) dan Gubernur Malut, KH Abful Gani Kasuba, Lc

Reporter: Ipul

TERNATE MALUT,  Jum’at (3/3/2017) suaraindonesia-news.com – Mendapat kritik dari sejumlah tokoh politik, Gubernur Maluku utara (Malut) KH Abdul Gani Kasuba, Lc (AGK) yang merupakan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) balik melontarkan kritikan serta sindiran terutama kepada politikus Partai Golkar Ahmad Hidayat Mus (AHM) yang merupakan rivalnya pada pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013 lalu.

Dari Empat tokoh yang menyoroti miring kondisi tata kelola pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku utara (Malut), dan hanya AHM yang rupanya membuat gubernur tepis telinga, buktinya, AGK (Gubernur,red) pun balik mengkritik AHM secara khusus.

“Saya rasa, kritik para tokoh itu wajar karena mereka punya pengalaman masing-masing. AHM punya kelebihan ketegasan sampai-sampai saat masih menjabat Bupati Kepulauan Sula dia menonjobkan pegawainya dijalan-jalan,” kata Gubernur dengan nada sindiran saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kamis (2/3/2017).

Baca Juga :  Hafidz; Kemajuan Kota Tidak Lepas dari Dukungan Pengembangan Potensi Desa

Sebelumnya AHM mengatakan bahwa kegaduhan internal birokrasi yang terjadi di pemprov saat ini dikarenakan ketidak tegasan pimpinan, pernyataan AHM yang juga koordinator badan pemenangan pemilu (Bappilu) II DPP partai Golkar itu merujuk pada konflik pasca pelantikan pejabat esalon III dan IV belum lama ini, AGK mengakui ketegasan AHM itu diibaratkan Gubernur sebagai tokoh otoriter.

“Karena dia (AHM) tegas selama memimpin tidak ada satupun orang bisa buka mulut untuk kritik,” kata gubernur.

Baca Juga :  Bupati Rocky Menjadi Penceramah

Selain itu menurut gubernur, kalau ada tokoh politik menyampaikan kritik, ia anggap biasa seperti pertandingan sepak bola.

“Penonton itu lebih pintar dibandingkan pemain karena hanya bisa mengomentari dan menyatakan. Sementara yang bekerja susah tapi kritikan saya anggaplah sebagai masukan dan pelajaran,” ujar gubernur.

Bukan hanya itu saja, gubernur menambahkan bahwa dirinya mengakui segala kekurangannya sebagai manusia, namun bisa dikatakan dengan segala kekurangan menurutnya ia juga sudah berbuat untuk Malut dengan benerapa keberhasilan yang telah dia lakukan selama kepemimpinannya selama 3 tahun sebagau gubernur.

“Sekarang ini semua pekerjaan juga sementara telah berjalan,” tutupnya.