BeritaNewsPendidikanSosial Budaya

SMPN 16 Balikpapan Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

×

SMPN 16 Balikpapan Gelar Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260610 203716
Foto bersama sebelum aksi penanaman pohon dimulai di lahan kawasan Perumahan Pesona Mangrove, Kariangau, Rabu, (10/6).

BALIKPAPAN, Rabu (10/6) suaraindonesia-news.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, diwarnai dengan aksi nyata kepedulian terhadap alam oleh puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Kota Balikpapan. Mereka turun langsung ke lapangan bersama warga melaksanakan aksi bersih sampah lingkungan dan penanaman pohon.

Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Perumahan Pesona Mangrove, RT 16, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, pada Rabu, (10/6).

Aksi sosial ini digagas oleh Bank Sampah Induk Kota Hijau (BSIKH) Kota Balikpapan. Dalam pelaksanaannya, BSIKH bekerja sama dengan PT Petrosea Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Kawasan Perumahan Pesona Mangrove dipilih sebagai lokasi utama karena letaknya yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Agenda ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Tampak hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Kalimantan – Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, DLH Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, serta sejumlah dinas terkait lainnya.

Selain itu, hadir pula perwakilan Kelurahan Kariangau, Direktur BSIKH, Kepala Sekolah SMPN 16 Balikpapan, manajemen PT Petrosea Tbk, serta puluhan warga setempat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Kalimantan, Erwin Bahar, yang mewakili Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup.

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan pesan penting mengenai tantangan lingkungan global saat ini.

Ia mengatakan bahwa dunia sekarang sedang mengalami ancaman serius dari perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Krisis-krisis tersebut saling berkaitan erat dan bisa mengancam stabilitas ekologi maupun sosial masyarakat.

“Di tengah tantangan ini, persoalan sampah masih menjadi faktor krusial yang turut memperparah krisis iklim,” ujarnya.

Erwin menjelaskan bahwa kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah saat ini mayoritas telah mengalami kelebihan beban (overload). Masalah ini bersumber dari kebiasaan lama masyarakat yang masih menggunakan sistem “kumpul, angkut, dan buang”.

“Ketika sampah tidak dipilah sejak awal, penumpukan di TPA akan menghasilkan gas metana yang merusak atmosfer. Oleh karena itu, penanganan sampah tidak boleh lagi hanya mengandalkan pendekatan hilir, tetapi harus dimulai dari hulu dengan mengubah paradigma tata kelola secara menyeluruh,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen BSIKH Kota Balikpapan dan SMPN 16 Balikpapan yang telah memulai pendekatan dari hulu. Kolaborasi yang melibatkan unsur pendidikan, dunia usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat ini dinilai sebagai contoh sinergi lintas sektor yang sangat dibutuhkan.

Melalui inisiatif Bank Sampah, masyarakat didorong untuk memanfaatkan sampah secara produktif menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Aksi bersih-bersih dan penanaman pohon yang kita lakukan hari ini merupakan langkah konkret dari pertaubatan ekologis,” kata Erwin.

Ia menambahkan bahwa menanam pohon sangat krusial untuk memperkuat ketahanan iklim, memulihkan ekosistem pesisir, serta menyerap emisi karbon.

Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebagai kewajiban moral untuk generasi yang akan datang. Keberhasilannya pun sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Kepala Sekolah SMPN 16 Balikpapan, Sumarno, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan di sekitar mereka. Pihak sekolah berharap aksi ini dapat terus memupuk rasa cinta para siswa terhadap alam.

“Kami harapkan kegiatan ini menjadi wujud nyata yang dilakukan sekolah dan terus menjadi kecintaan kami warga SMP Negeri 16 terhadap lingkungan,” kata Sumarno.

Menurutnya, lingkungan hidup tersebut nantinya akan menjadi warisan bagi anak cucu di masa depan, sehingga wajib dijaga dan dilestarikan sejak dini.

Sementara itu, General Services (GS) dan External Relationship PT Petrosea Tbk, Wikana Peterson, menyampaikan pandangannya mengenai pengelolaan sampah. Ia mengakui bahwa selama ini sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut sudah berjalan, namun belum optimal.

“Oleh karena itu, PT Petrosea hadir melalui program CSR untuk mendukung pelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan kami ini,” kata Wikana.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2025, PT Petrosea melalui CSR terus konsisten mendukung kegiatan sosial di SMPN 16 Balikpapan. Dukungan yang diberikan berupa pelatihan pengelolaan sampah, pembangunan rumah kompos, pengadaan gudang bank sampah, pembuatan sumur resapan, penyediaan alat-alat pendukung kebersihan, bantuan bibit tanaman, hingga pengelolaan lahan kosong untuk dioptimalkan bagi lingkungan.

“Melalui aksi bersih-bersih dan penanaman pohon bersama ini, PT Petrosea ingin menunjukkan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup maupun dunia pendidikan,” paparnya.

Ia mengutarakan bahwa sejauh ini keterlibatan PT Petrosea dalam kegiatan sosial tersebut masih difokuskan di area operasional perusahaan, terutama di wilayah Ring 1.

“Kita berharap kegiatan pelestarian alam seperti ini dapat terus berjalan ke depannya dan bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya,” pungkas Wikana.

Aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon ini diikuti oleh puluhan warga, siswa, dan instansi terkait yang hadir. Sebanyak 19 jenis bibit pohon berbeda yang ditanam ini diharapkan dapat tumbuh subur untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.

Reporter: Fauzi
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan

2

2