PONTIANAK, Rabu (10/6) suaraindonesia-news.com – Jajaran Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja strategis ke Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.
Kunjungan ini secara khusus membidik tata kelola penataan jalur pedestrian, perluasan ruang terbuka hijau (RTH), serta pengembangan ruang publik humanis yang dinilai sukses diterapkan di Kota Khatulistiwa tersebut.
Rombongan wakil rakyat asal Balikpapan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, dan diterima langsung oleh Wali Kota, Edi Rusdi Kamtono di Ruang Pontive Center, Pemkot Pontianak, Rabu, (10/6).
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyerap strategi pembangunan infrastruktur sosial yang ramah bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, memberikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh jajaran Pemkot Pontianak.
Ia mengakui bahwa kunjungan kerja kali ini terasa sangat spesial dan berkesan bagi rombongan anggota legislatif Kota Balikpapan ini.
“Terus terang, ini merupakan pengalaman pertama bagi kami dalam kunjungan kerja yang langsung diterima oleh Wali Kota. Bahkan tadi ada rekan kami yang merasa sangat terharu atas penyambutan yang diberikan,” ujar Yusri.
Ia menjelaskan bahwa agenda utama kedatangan Komisi III ke Pontianak adalah untuk mempelajari secara mendalam mengenai konsep penataan pedestrian.
Menurutnya, Pontianak memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa dalam menyediakan fasilitas pejalan kaki yang nyaman bagi warga perkotaan.
Ia menilai konsep pedestrian di Kota Pontianak unggul dari segi bentang panjang jalur maupun tingkat keterhubungannya antar-kawasan, sesuatu yang saat ini masih terus diperjuangkan untuk dioptimalkan di Kota Balikpapan.
“Di Balikpapan, fasilitas pedestrian masih belum sepanjang dan sekomprehensif yang ada di sini. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi bahan masukan yang berharga yang akan kami sampaikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” kata Yusri.
Lebih lanjut, Yusri berharap pola pembangunan infrastruktur ramah pejalan kaki di Pontianak ini bisa diadopsi dan masuk ke dalam cetak biru arah pembangunan masa depan Kota Balikpapan. Jalur pedestrian yang dibangun tidak boleh lagi bersifat parsial.
“Kami berharap pembangunan pedestrian tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat terhubung secara lebih luas sehingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mobilitas masyarakat,” pungkas Yusri.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik ketertarikan Komisi III DPRD Balikpapan.
Edi menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana bertukar pikiran yang efektif dalam mengatasi dinamika pembangunan kota.
“Dalam mengelola kota, tentu masing-masing daerah memiliki tantangan dan kekurangan. Kita saling bertukar informasi dan pengalaman agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik,” kata Edi Kamtono.
Ia memaparkan bahwa saat ini seluruh pemerintah daerah dihadapkan pada situasi fiskal yang menantang. Mulai dari pemangkasan dana transfer pusat hingga implementasi regulasi baru Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang menguji kemampuan anggaran daerah dalam membiayai program pembangunan.
Sebagai gambaran, dengan luas wilayah 118 kilometer persegi dan populasi mendekati 700 ribu jiwa, APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 berada di angka sekitar Rp2,15 triliun setelah mengalami pemotongan dana transfer pusat sebesar Rp235 miliar. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pontianak ditargetkan pada kisaran Rp867 miliar.
Kendati kapasitas fiskal daerah sedang diuji, Pemkot Pontianak tetap teguh pada komitmennya untuk membangun kota yang berpusat pada manusia (humanis). Salah satunya melalui program penghijauan kota, pembuatan trotoar teduh, hingga penataan kawasan waterfront di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
Edi, yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang arsitek, menekankan bahwa ruang publik bukan sekadar pelengkap estetika kota, melainkan instrumen penting untuk merajut persatuan di tengah masyarakat yang heterogen.
“Salah satu fokus pembangunan kami adalah memperbanyak ruang terbuka hijau. Dalam sejarahnya, Pontianak pernah mengalami konflik horizontal yang lebih banyak dipengaruhi faktor kesukuan. Karena itu, kami berupaya menyediakan lebih banyak ruang publik sebagai sarana interaksi masyarakat sehingga tercipta hubungan sosial yang lebih baik,” ungkap Wali Kota Pontianak tersebut
Untuk mendukung visi kota hijau ini, Pemkot Pontianak memanfaatkan teknologi lewat aplikasi ‘Sipohon’ serta menerbitkan regulasi ketat perlindungan pohon.
Desain trotoar pun dirancang dengan konsep tematik, teduh, aman, dan saling terhubung agar masyarakat kembali gemar berjalan kaki.
Di akhir pertemuan, Edi Kamtono juga menggarisbawahi pentingnya penguatan kerja sama regional antar-kota di Pulau Kalimantan. Terlebih dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, kolaborasi erat dan pertukaran pengalaman antar-daerah menjadi kunci agar seluruh wilayah di Kalimantan bisa maju dan tumbuh bersama.
Reporter: Fauzi
Editor: Qonita
Publisher: Eka






