Seren Tahun 2017 Ciptagelar Dihadiri Para Raja Nusantara

Foto: Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi (memakai baju putih) dan Wakil Bupati Sukabumi (memakai baju hitam) saat berbincang-bincang.

LEBAK, Senin (18 September 2017) suaraindonesia-news.com – Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar  memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Kampung adat Ciptagelar dipimpin Sepuh Girang Abah Ugi Sugriwa Raka Siwi. Abah Ugi memegang tampuk kepemimpinan kasepuhan setelah ayahandanya,  Encup Sucipta  atau yang dikenal dengan  Abah Anom meninggal dunia. Dia memimpin saat masih berusia 23 tahun.

Menurut Ade Sumardi Wakil Bupati Lebak, masyarakat Kasepuhan Banten Kidul  berada di daerahan agraris. Sebagian besar masyarakatnya, berprofesi bertani. Kendati ada sebagian kecil berprofesi selain petani, seperti berdagang, buruh dan pegawai. Tapi  warga yang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sama sekali tidak meninggalkan lahan pertanian.

Baca Juga: Banyak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Begini Kata Ketua MPR RI

“Sebagai wujud rasa syukur atas limpahan panen tahun ini, masyakat ciptagelar menggelar upacara seren taun yang berarti upacara penyerahan sedekah hasil panen padi selama setahun sebagai ungkapan syukur, sekaligus upaya memohon berkah kepada Tuhan YME agar hasil panen tahun depan lebih melimpah,” Kata Ade Sumardi.

Lanjut wabub, Kasepuhan adat Ciptagelar  merupakan kampung adat  yang berada dikesatuan adat Banten Kidul. Kasepuhan Adat Ciptagelar masih memegang kuat adat dan tradisi yang diturunkan diperkirakan  sejak 649 tahun  lalu.

Pada tahun ini, seren tahun diperingati taggal 15- 17 September, puncak kegiatan Seren taun Kasepuhan Ciptagelar yang ke-649 tahun ini ada yang spesial, karena selain dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah (Wabup Lebak Banten dan Wabup Sukabumi Jawa Barat), tradisi serentaun tahun ini dihadiri oleh Raja/Sultan dari seluruh Nusantara.

Baca Juga: Paska Penetapan ER Sebagai Tersangka, Penyidik KPK Obok-obok Rumdin dan Ruang Kerja Walikota Batu

Sedikitnya ada 12 raja/sultan yang turut menghadiri, mulai dari Raja Demak, Raja Tapanuli, Sultan NTT, NTB dan lain2. Selain itu hadir juga dari pihak Perwakilan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dalam kesempatan itu, secara khusus Wabup Lebak H. Ade Sumardi meminta agar pihak TNGHS agar mengijinkan dibangunnya jalan yang layak oleh kedua Pemkab, karena satu-satunya akses untuk menuju wilayah Masyarakat harus melewati lahan yang dikuasai TNGHS. (A.Kohar/Jafar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here