Paska Penetapan ER Sebagai Tersangka, Penyidik KPK Obok-obok Rumdin dan Ruang Kerja Walikota Batu

Foto: Penyidik KPK saat di rumdin dan ruang kerja. (Foto: Adi Wiyono/SI)

KOTA BATU, Senin (18 September 2017) suaraindonesia-news.com – Puluhan penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK), Senin (18/9) siang obok-obok rumah dinas (Rumdin) dan ruang kerja Walikota Batu Eddy Rumpoko (ER), hingga berita ini diturunkan petugas masih melakukan penggeledahan.

Paska penetapan ER sebagai tersangka dalam kasus suap mebeler pengadaan barang di pemkot Batu, dalam kasus tersebut KPK menetapkan tiga orag tersangka

Puluhan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pagi melakukan pemeriksaan di rumah dinas walikota Batu Eddy Rumpoko dan ruang kerja walikota Batu, Senin (19/9/2017).

Baca Juga: Selain Wali Kota Batu, Tim Satgas KPK Juga Menangkap Seorang Pengusaha

Petugas yang berseragam putih hitam itu tampak membawa tas dan terlihat membawa barang sitaan. Beberapa penyidik obok-obok rumah dinas Walikota Batu di Jalan Panglima Sudirman Batu

Foto: Penyidik KPK saat di rumdin dan ruang kerja. (Foto: Adi Wiyono/SI)
Foto: Penyidik KPK saat di rumdin dan ruang kerja. (Foto: Adi Wiyono/SI)

Pada saat pemeriksaan di rumdin, pagar depan dijaga ketat petugas kepolisian berseragam dan senjata lengkap. Wartawan hanya bisa melihat dari luar pagar.

Baca Juga: Tolak Grab, Ratusan Sopir Angkot kota Batu Mogok Massal

Beberapa jam kemudian rombongan melanjutkan dan ke Ruang kerja Walikota Batu di lantai 5 Balaikota Among Tani (BAT) jalan Panglima Sudirman Kota Batu, sama halnya di Rumdin walikota batu, dilantai 5 juga dilakukan penjagaan ketat

Di depan ruang kerja walikota Batu, rombongan diterima oleh wakil walikota Batu Punjul Santoso.

Pemeriksaan di rumdin dan ruang kerja ini terkait dengan penangkapan Walikota Batu ER sebelumnya yang terkena Operasi tanggkap tangan (OTT) oleh penyidik KPK, Sabtu (16/9) lalu.

ER diduga telah menerima suap sebesar Rp 500 juta dari proyek mebeler sebesar Rp 5,6 miliar. Oleh Penyuidik KPK diduga telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Adi Wiyono).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here