Sengketa Tanah As-Shidiqiyah–PT Paramount, Forpinda Turun Tangan

Rapat sengketa tanah

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com –  Sengketa tanah diatas lahan 32.00 meter persegi  di  kelurahan sisir Kota Batu  antara  Pondok pesantren (ponpes)  As-Shidiqiyah  dengan PT  Paramount yang tak kunjung damai membuat Forum Pimpinan Daerah (Forpinda)  kota Batu turun tangan.

Pasalnya, mediasi yang dilakukan oleh  kelurahan Sisir yang melibatkan RT, RW dan tokoh masyarakat kelurahan Sisir  hingga  hingga tingkat kecamatan tak kunjung usai, satu sama lainnya sama-sama mengklaim  adalah pihak yang menang, bahkan  upaya untuk dilakukan jalan damai menemui  jalan buntu.

Akhirnya, Forpinda kota Batu Turun tangan. Rabu (17/2/2016) menggelar  rapat  di Kantor walikota Batu yang dihadiri  17 orang selain Forpinda juga dihadiri  pengurus MUI kota Batu, Pengurus  Forum komunikasi Umat beragama (FKUB),  Tokoh agama, Tokoh Masyarakat serta kepala Badan pertanahan Nasional (BPN)  kota Batu, sementara pihak yang bersengketa sengaja tidak diundang oleh pemkot Batu.

Wakil Walikota Batu  Punjul Santoso mengatakan jika pertemuan  yang membahas sengketa tanah antara Ponpes As-Shidiqiyah dan PT Paramount ini merupakan pertemuan pertama di tingkat kota, yang sebelumnya dilakukan ditingkat kecamatan dan kelurahan yang telah menemui jalan buntu. Dengan harapan agar pertemuan itu menemuai jalan terbaik untuk memecahkan suatu masalah tanpa adanya suatu gejolak  yang terjadi dimasyarakat.

“Pertemuan atau rapat awal ini  dimaksudkan untuk membuat rekomendasi bagi kedua belah pihak yang bersengketa agar dikemudian hari tidak terjadi gejolak” kata dia

Menurut Punjul,  Diketahui tanah yang disengketakan kedua belah pihak ini berada di wilayah Kelurahan Sisir. Pihak PT Paramount mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya, dengan menunjukkan bukti berupa sertifikat tanah. Sedang onpes As-Shidiqiyah juga melakukan klaim yang sama. Dengan menunjukkan riwayat tanah  Namun mereka tidak menujukkan sertifikat tanah yang sah. Mereka hanya memiliki argendum dan latar belakang yang menunjukkan bahwa tanah tersebut milik Ponpes.

“Namun pihak Ponpes selama ini hanya mengatakan memiliki alat bukti, namun belum bisa menunjukkan bukti tersebut kepada kita, bukti legal formalnya belum ada”ujar Punjul Santoso

Lanjut dia, Beberapa upaya mediasi telah dilakukan, baik di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan. Namun dari hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak sama-sama bersikukuh bahwa masing-masing merupakan pimilik tanah yang sah. Bahkan pihak Ponpes As-Shidiqiyah telah menempatkan para santrinya untuk melakukan penjagaan terhadap tanah sengketa tersebut agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lawan sengketa.

Meskipun pihak PT Paramount bisa menunjukkan bukti berupa sertifikat tanah, namun pihak muspika Kecamatan  Batu  tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Apalagi kasus ini rentan dengan isu sara

“Dan untuk mengindari adanya emosi kelompok massa tertentu. Karena itu diputuskan untuk membawa masalah sengketa tanah di Sisir ini ke forum  kota atau Forpinda” jelasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here