Seminar Perkoperasian Tingkatkan Pemahaman Manajerial Koperasi dan UKM

Foto: Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya sedang dikasih bingkisan oleh Kadis Koperasi

LEBAK, Selasa (26 September 2017) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 200 orang terdiri dari anggota dan pengurus Koperasi serta pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Lebak mengikuti seminar perkoperasian di Gedung PGRI Rangkasbitung, Selasa (26/9).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan sektor koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) melalui pemberdayaan potensi dan peluang bisnis sekaligus mencari solusi atas permasalahan dan tantangan yang dihadapi seperti permodalan, sumber daya manusia, teknologi dan pemasaran.

Seminar perkoperasian dalam rangka hari koperasi ke 70 Tahun 2017 mengambil tema “Membangun Koperasi dan Pelaku Usaha Mikro untuk Menumbuhkan Perekonomian Bangsa” diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, berkeinginan memberikan pemahaman kepada gerakan koperasi dan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah dalam mengelola manajemen usaha yang dikelola.

Baca Juga: Calo Adminduk Jember Tamat Riwayatnya

Jumlah Koperasi di Kabupaten Lebak sebanyak 818 koperasi dan pelaku UMKM tercatat 49.538 UMKM, tingginya jumlah koperasi harus diiringi dengan kualitas pengelolaan yang akan memberikan pengaruh dalam peningkatan ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutanya sekaligus membuka secara resmi acara seminar itu.

“Persoalan yang sering dihadapi oleh para pelaku dan pengelola koperasi diantaranya kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya,” ungkapnya.

Selain itu Bupati Lebak juga mengatakan persoalan yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM terbatasnya produk yang dihasilkan dan peralatan yang menunjang produksi serta pemodalan untuk mengembangkan usahanya.

“Seminar perkoperasian ini untuk meningkatkan pemahaman peserta yang hadir terhadap manajemen usaha sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambahnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Babay Imroni menambahkan, rapat pengurus tahunan (RAT) yang dilaksanakan oleh pengurus koperasi semestinya berfungsi sebagai evaluasi manajerial sekaligus sebagai salah satu tolak ukur membentuk rencana pengembangan bagi koperasi.

Baca Juga: BKK ABDYA: Pencairan DD Tahap II, Tunggu Keputusan KPPN

“Masih banyak beberapa koperasi saat ini belum bisa memberikan pengaruh yang signifikan dalan meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” tuturnya.

Pengembangan Koperasi, Babay melanjutkan, harus dilakukan melalui strategi dengan indikator keberhasilan yang dapat dilaksanakan melalui dua sisi yaitu segi usaha dan segi organisasi.

Segi usaha mencakup aspek peningkatan jumlah anggota, modal koperasi, jumlah dan volume usaha, pelayanan sosial kepada anggota dan kesejahteraan anggota, sedangkan keberhasilan dari segi organisasi mencakup aspek produktifitas dan efektivitas serta keadilan. (A. Kohar/Jafar)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here