Seminar dan Evaluasi Program Destana BPBD Pamekasan, Dibuka Pj Sekda Mohammad Alwi

Seminar Dan Evaluasi Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2018" dibuka Pj Sekda Mohammad Alwi di ruang pertemuan Hotel Cahaya Berlian jalan Raya Panglegur Pamekasan, Rabu (26/12).

PAMEKASAN, Rabu (26/12/2018) suaraindonesia.news.com – Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Pamekasan menjelang akhir tahun menggelar “Seminar Dan Evaluasi Program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2018” dibuka Pj Sekda Mohammad Alwi di ruang pertemuan Hotel Cahaya Berlian jalan Raya Panglegur Pamekasan, Rabu (26/12).

Acara tersebut dihadiri Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus, Kepala OPD terkait, fasilitator destana sebagai pemateri, Forpimka Pamekasan dan Pademawu, peserta serta tamu undangan lainnya.

Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan fasilitasi Destana tahun anggaran 2018.

Peserta kegiatan dari Desa Lemper, Desa Sumedangan, Kelurahan Barurambat Timur untuk Kecamatan Pademawu, dan untuk Kecamatan kota meliputi Kelurahan Kangenan serta Desa Jalmak.

Apapun peserta dikuti oleh 150 peserta dimana masing-masing desa/kelurahan mengirim dutanya sebanyak 25 orang termasuk kepala desa/lurah,
Bhabinkamtibmas dan Babinsanya.

“Ini sebagai tindak lanjut dari proses pelaksanaan program dan sebagai langkah penilaian endline ketangguhan destana yang telah disusun oleh kelompok kerja dari desa/kelurahan peserta kegiatan,” katanya.

Sementara Pj Sekda Mohammad Alwi yang membacakan sambutan Bupati Pamekasan mengatakan, sesuai laporan Kepala BPBD bahwa pada tanggal 29 Maret 2018 yang lalu telah dibentuk beberapa desa/kelurahan tangguh bencana.

“Dimana dengan destana diharapkan para pengambil kebijakan ditingkat desa mengetahui dan dapat menerapkan langkah-langkah yang dilakukan apabila terjadi bencana,” katanya.

Lebih lanjut Pj Sekda yang membacakan sambutan bupati meminta Kalaksa BPBD untuk memprogramkam secara kontinyu pembentukan deastana dengan target minimal pada akhir jabatan saya mencapai 50 persen wilayah Pamekasan merupakan wilayah tangguh bencana.

“Namun saya tekankan pembentukan itu bukan administratif saja, melainkan secara esensi, para skateholder didesa benar-benar paham apa yang perlu dilakukan saat menghadapi bencana. Sedangkan untuk yang sudah dibentuk saya minta untuk terus dipantau dan dibina sehingga kemampuannya lebih baik lagi, dari yang pratama menjadi madya dan menjadi utama,” tandasnya.

Menurutnya, saat ini di Pamekasan disatu sisi ada daerah yang rawan bencana sementara disisi lain ada daerah yang tangguh bencana. Kondisi ideal yang diharapkan adalah semua desa/kelurahan di Kabupaten Pamekasan memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana.

“Sejak tahun 2016 sampai saat ini, dari 189 desa/kelurahan yang ada, kita baru memiliki 10 destana yang terdiri dari 6 kelurahan dan 4 desa. Dan itupun masih pada level pratama belum madya apalagi utama,” ujarnya.

Reporter : May-Ita
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here