Kejari Abdya Terima Pelimpahan Berkas Tahap Dua Kasus Korusi Jetty Rubek Meupayong

oleh -39 views
Kajari Abdya Abdur kadir, SH, MH saat menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan korupsi pembangunan jetty Rubek meupayaong dari kasat reskrim Polres Abdya Iptu Zulfitriadi, SH diaula Kejari Abdya. Rabu (26/12/2018).

ACEH-ABDYA, Rabu (26/12/2018) suaraindonesia-news.com — Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Abdya) secara resmi menerima pelimpahan berkas perkara tahap kedua, dugaan kasus korupsi pembangunan pengamanan mulut muara digampong Rubek meupayong kecamatan susoh.dari penyidik Polres setempat.

Kepala kejaksaan negeri Abdya, Abdur kadir, SH, MH mengatakan, kalau kasus dugaan korupsi jetty itu sudah memenuhi syarat formil maupun materil (P21) sehingga mampu dipertanggung jawabkan secara hukum.

Menurutnya, dengan menerima berkas perkara tersebut, saya akan perintahkan jaksa penuntut umum (jpu) untuk membuat dakwaan terhadap tersangka agar segera melimpahkan ke pengadilan negeri tindakan pidana korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

“Paling lambat sebelum tanggal 14 januari 2019 sudah kita limpahkan berbarengan dangan dua kasus dugaan korupsi E-learning (TIK) dan dana desa Geulanggang Gajah,” tuturnya.

Lebih lanjut pihaknya menargetkan, dalam tahun ini semua kasus korupsi di Nagari breuh Sigupai Abdya sudah bisa dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh.

”Kita sepakat menagani kasus ini, bahkan kita juga akan memberikan jalan kepada pihak penyidik polres untuk segera melakukan pengembangan agar terseret tersangka berikutnya,” sebut Kajari.

Ia menyebutkan atas perbuatan melawan hukum tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang –undang  nomor 31tentang tindak pidana korupsi dengan acaman kurungan 4 sampai 20 tahun penjara dan didenda antara Rp 200 sampai Rp 1 miliar.

Pada kesempatan itu Kapolres Abdya AKBP Moh. Basori, Sik melalui kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi, SH mengungkapkan, bahwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jetty  tersebut ,penyidik telah  memeriksa sebanyak 23 saksi dari beberapa saksi itu termasuk pihak dinas yang dikala itu menjabat sebagai KPA, PPK, PPTK dan tim PHO.

“Kita akan terus melakukan pengembangan,saat ini dan sudah 23 saksi yang diperiksa.terkait dengan tersangka berikutnya,masih kita dalami lagi,” tuturnya.

Secara terpisah, MR (48), saat di wawancarai menyebutkan, masalah pekerjaan sudah selesai, kemudian timbul permasalahan setahun kemudian.

“Saya kerja sudah selesai sesuai dengan  arahan orang dinas, sudah selesai PHO, tarik uang, dan lain sebagainya,” kata MR.

“Kalau memang tidak sesauai dengan spek, gambar atau segala macam, kan tidak mungkin dibayar, kan gitu,” ujarnya.

Selain itu, MR mempertanyakan pihak dinas terkait  mengapa tidak ditahan, namun hanya dirinya saja yang di tahan, hal tersebut menjadi tanda tanya. “Saya kan orang kerja, gimana di arahkan oleh pihak dinas, ya seperti itu saya kerjakan, Hal ini di persidangan nanti akan saya ceritakan semua,” tutupnya dengan nada sedih.

Reporter : Nazli.Md
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *