Rifai Pamone Meninggal Pada Usia 37 Tahun

oleh -129 views

JAKARTA, Jumat (28/12/2018) suaraindonesia-news.com – Kabar duka datang dari dunia jurnalistik. Jurnalis Metro TV Rifai Pamone meninggal pada Jumat pagi, 28 Desember 2018, di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seperti dilansir program Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rifai Pamone adalah jurnalis tangguh dalam menyampaikan fakta di lapangan dengan lugas dan cerdas. Dia memiliki segudang pengalaman.

Pria kelahiran Kapaleo, Halmahera, Maluku Tengah, 12 November 1981 ini mengawali karier di Metro TV pada Mei 2012. Rifai sempat bertugas di kebakaran hutan di Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.

Dia juga tak segan-segan masuk ke gorong-gorong saat sampah kabel menyumbat di saluran Ibu Kota Jakarta. Pada 2016, dia berkesempatan untuk meliput berjalanan ibadah haji langsung dari Tanah Suci.

Rifai pun bertugas menjadi presenter di berbagai program Metro TV. Rifai dikenang rekan sesama presenter Metro TV sebagai pribadi yang sering membantu dan memberi banyak masukan dan saran tanpa kesan menggurui.

Kakak kandung Rifai, Yusuf Pamone, yang dihubungi via telepon, mengaku tidak menyangka akan kepergian adiknya. Ia menyebut pada Kamis, 27 Desember 2018, kondisi adiknya masih sehat.

“Memang karena sempat sesak nafas, berdahak, kami sempat bawa ke RS kemarin sore jam 5 sore Wita,” kata Yusuf Pamone.

Yusuf menjelaskan Rifai adalah anak kelima dari enam bersaudara. Dia dikenal sebagai sosok yang baik, yang sayang kepada keluarga. Menurut rencana, kata Yusuf, almarhum akan dimakamkan setelah salat Asar.

“Dia senang menghubungi keluarga. Saat pulang kampung, dia suka keliling dan silaturahmi keliling keluarga,” tambahnya .
Pimpinan Redaksi Metro TV Don Bosco Selamun merasa kehilangan atas kepergian Rifai. Dia mengapresiasi segala keras keras yang telah diberikan Rifai dalam menjalankan tugasnya.

“Selamat jalan Fai. Terima kasih atas senyummu. Terima kasih atas kegembiraan yang Kau bagi selama bersama,” ungkap Don Bosco.

Don Bosco mengenang Rifai sebagai sosok antusias dalam bekerja. Sebagai jurnalis, Rifai telah bekerja dengan sigap dalam setiap penugasan yang diberikan.

“Kata terima kasih, rasanya tak memadai untuk menghargai, menghormati, dan mengagumi ketenanganmu ketika berada di bawah ancaman massa demo 212,” jelas dia.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, yang mengenal sosok Rifai saat menjadi presenter Metro TV Surabaya, kaget mendengar kabar duka ini. Menurut dia, almarhum adalah sosok inspiratif yang menjalankan tugas dengan baik, sungguh-sungguh, dan rileks.

“Ketika bertugas di Jatim (Jawa Timur) dia tanpa mengenal lelah dan selalu ceria,” kenang Gus Ipul saat dihubungi Selamat Pagi Indonesia.

Salah seorang presenter Metro TV, Anie Rahmi, mengungkapkan Rifai meninggal karena sakit tumor di kelenjar getah bening. Sudah beberapa bulan ini, kata dia, Rifai menjalani perawatan.

“Seminggu ini memang sedang di Kendari. Insya Allah akan dimakamkan ba’da zuhur di samping makam ibunya di Kendari. Mohon doa untuk Pamone,” kata Anie kepada kumparan, Jumat (28/12).

Anie sangat mengenal sosok Rifai yang sama-sama bekerja di zona pagi. Saat sakit mulai menggerogoti tubuh, Anie menyebut tetap semangat dalam bekerja.

“Kami sering sarapan bareng. Dia beberapa kali cerita tentang kampungnya, saudara-saudaranya. Salah satu motivasi dia untuk kerja keras ya karena itu, dia ikut membiayai sekolah keponakan-keponakannya. Saat mulai sakit pun dia ngotot mau kerja karena yang dipikirkan adalah saudara-saudaranya,” jelasnya.

Sebagai sesama jurnalis, saya menyampaikan duka cita sedalam dalamnya. Kesan pribadi saya, dia jurnalis berbakat bersemangat dan berdedikasi, kombinasi yang bisa menjadikannya lebih besar. Sayang sekali dia meninggal di usia muda – baru 38 tahun. Semoga Allah meghapurkan dosa dosanya, melimpahkan karunia, dan memberikan tempat terbaik di sisiNya. Amin.

Selamat Jalan Rifai Pamone. (*)

Sumber : MetroTvNews & Kumparan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *