Ribuan Botol Miras dan Delapan Pelaku Diamankan Polres Probolinggo Kota

Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal bersama Forkopimda dan MUI setempat, serta ribuan botol miras hasil operasi.

PROBOLINGGO, Kamis (12/4/2018) suaraindonesia-news.com – Jajaran Polres Probolinggo Kota, Jawa Tumur, dalam operasi minuman keras (miras) mengamankan ribuan botol miras berbagai merk.

Disamping mengamankan ribuan botol miras, 4 orang penjual dan 4 peminum turun diamankan, Kamis (12/4).

Terkait dengan operasi miras tersebut, Kapolres Probolinggo Kota AKBP. Alfian Nurrizal mengungkapkan, kegiatan operasi miras kali ini menindak lanjuti instruksi Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin yang memerintahkan kepada jajaran Kepolisian wajib menghentikan peredaran miras.

Lebih lanjut Alfian Nurrizal mengatakan, dalam operasi miras kali ini jajaran Polres Probolinggo Kota berhasil mengamankan 2.120 botol miras berbagai merk dan jenis. Disamping mengamankan ribuan botol miras juga menindak 4 orang penjual dan 4 orang peminum.

Alfian Nurrizal menyebutkan, 4 orang penjual miras yang kita tindak adalah Hendri, warga jalan Patimura, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Edy, warga jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Wikong, warga jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, dan Jangjoen, alamat jalan Damarwulan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan.

“Sedang 4 orang peminum yang kita tindak adalah ; Dinan (30), Zainal Rahmat (23), Zainal Hasan (50), dan Mulyono (49). Ke empat peminum ini merupakan warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan,” sebutnya.

Para penjual miras ini, menurut Alfian Nurrizal akan dikenakan sangsi hukuman yang berat. Bahkan untuk memberikan sangsi yang berat kepada penjual miras itu, pihaknya sudah ber koordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

“Bagi produser maupun distributor miras ini akan kita kenakan sangsi hukuman yang berat. Yakni dengan hukuman kurungan maksimal 3 bulan dan denda maksimal Rp.10 juta,- Ancaman sangsi hukuman ini sudah kita kordinasikan dengan Ketua PN,” kata Alfian.

Dia menegaskan, kegiatan operasi miras ini akan terus dilakukan secara kontinyu dan secara periodik. “Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan operasi miras akan kami tingkatkan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rudianto Ghofur, selaku Ketua DPRD setempat mengatakan, perda miras di Kota Probolinggo sebenarnya sudah kita buat. Perda ini diatur oleh peraturan yang sudah ada pada ekskutif.

“Bahwasannya yang bisa menjediakan minuman keras beralkohol adalah rumah makan yang bertaraf. Yaitu untuk menyediakan tamunya dari luar. Kemudian Hotel bintang III,” terangnya.

Dia menjelaskan, kalau selain itu yang menjual tanpa ada ijin, tidak ada kejelasannya berarti ilegal dan harus ditindak. Untuk memaksimalkan sangsi hukuman ataupun denda materi bagi penjual miras, kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan PN. Dengan harapan kedepan sangsi hukuman ataupun denda bagi penjual miras bisa kita maksimalkan.

Ribuan botol miras yang disita dari penjual dan peminum tersebut, oleh Kapolres AKBP. Alfian Nurrizal langsung dimusnahkan bersama Forkopimda dan MUI setempat dihalaman Mapolres Probolinggo Kota.

Reporter : S. Widjanrko
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here