RCTAB Ada Untuk Berikan Rasa Aman Bagi Warga Lumajang

oleh -24 views
RCTAB saat di mandikan kembang oleh Kapolres, Dandim, Asisten Pemkab, dan perwira Polres Lumajang.

LUMAJANG, Sabtu (14/3/2020) suaraindonesia-news.com – Reaksi Cepat Tim Anti Bandit (RCTAB) diciptakan Polres Lumajang untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Lumajang. Menurut Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, menerangkan jika RCTAB dibentuk dari berbagai unsur anggota Polres Lumajang, mulai dari anggota Satreskrim, Satintelkam, Satlantas, Satsabara dan Satnarkoba.

“Ini adalah sebuah respon terhadap pelaku kriminal yang melakukan aksi kejahatan di wilayah hukum Polres Lumajang ini,” ungkapnya kepada sejumlah media usai Apel Besar Bhabinkamtibmas dan Launching serta Pengukuhan RCTAB Polres Lumajang, pagi ini di POS RCTAB depan pasar baru Lumajang.

Mantan Kapolresta Blitar ini, juga menjelaskan RCTAB ini untuk menjawab tantangan terkait aksi kejahatan jalanan dan maling sapi.

“Anggota RCTAB adalah anggota Polri yang memiliki skill khusus, terlatih demi menghadapi tantangan tersebut,” paparnya lagi.

Dikatakan AKBP Adewira, ini sebuah tantangan dari Babinkamtibmas, Babinsa dan Pemerintah Desa (Pemdes), diminta untuk melakukan strategi gangguan kriminalitas di wilayah hukum Polres Lumajang, dengan 7 upaya untuk mengayomi dan menegakan hukum.

Ketika ditanya anggaran yang digunakan untuk membentuk RCTAB ini, Kapolres Lumajang menyatakan kalau anggaran yang dipakai itu adalah anggaran dinas, sesuai dengan perintah Kapolri untuk membentuk unit kecil lengkap.

“Optimalisasi saja, kita jaga untuk quick respon yang menjaga 24 jam, agar beraksi cepat. Sebab respon time itu sangat penting,” ungkapnya.

Targetnya kejahatan, tambah Kapolres yaitu curamor, curat, curas dan curwan. 4 kejahatan itu yang mendominasi sasaran utama.

“Dijatim tidak mungkin melampaui angka kriminalitas kota Surabaya dan kota Sidoarjo,” bebernya.

Disampaikan pula oleh AKBP Adewira, bahwa anggota RCTAB dilengkapi dengan senjata api (senpi), kamera, alat komunikasi dan sejumlah perlengkapan lainnya untuk melindungi diri.

“Jika mendapati tindakan yang mengancam petugas, anggota RCTAB, diperbolehkan melakukan tindakan sesuai aturan, yaitu tegas terukur manusiawi,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *