Puluhan Boat Nelayan Tersangkut Tak Bisa Masuk Muara Kuala Idi Cut Aceh Timur

oleh -93 views
Nelayan sedang menarik boat yang tersangkut/kandas akibat kedangkalan muara sungai Kuala Idi Cut, Aceh Timur

ACEH TIMUR, Selasa (28/02/2023)
suaraindonesia-news.com – Akibat muara dangkal, puluhan boat nelayan tidak bisa masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Desa Seuneubok Baroh Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur.

Panglima Laot Idi Cut, Herman, kepada media ini Selasa (28/02), menyampaikan bahwa puluhan boat nelayan saat pulang menangkap ikan di laut lepas tidak bisa masuk ke TPI disebabkan mulut muara kuala Idi Cut sudah dangkal.

“Sejak kemarin beberapa nelayan saat pulang melaut, terpaksa harus ditarik oleh boat lain,” kata Herman.

Menurut Herman, keluhan dan kendala tersebut sudah lama dihadapi oleh nelayan di Idi Cut.

“Saat boat keluar maupun ketika pulang melaut kerap mengalami kandas di muara terutama pada saat air laut surut,” jelasnya.

Sebelumnya kata Herman, Pemerintah Aceh sudah pernah membangun proyek penahan ombak, akan tetapi proyek tersebut belum selesai.

“Baru 200 meter yang telah dibangun batu penahan ombak, sementara yang dibutuhkan sekitar 400 meter lagi,” ujar Herman.

Di samping membangun batu penahan ombak sekitar 400 meter lagi, menurut Herman mulut kuala perlu dikeruk. Sendimen pasir telah membuat muara dangkal, sehingga perlu pengerukan.

Nelayan sangat berharap perhatian pemerintah Aceh dan Pusat untuk membangun proyek Jetty dan pengerukan sungai untuk kelancaran dan kemudahan ribuan nelayan di daerah nya.

“Harapan nelayan, pemerintah seyogianya dapat memberikan perhatian khusus terhadap nelayan tradisional di Idi Cut, baik membangun jetty, keruk sungai dan kelancaran pasokan BBM,” harap Herman.

Ia menyebutkan, TPI Idi Cut merupakan nelayan terbanyak setelah Kuala Idi, dengan jumlah boat 80-100 boat nelayan dengan rata-rata 30 GT.

“Pendapatan ikan dari hasil tangkap nelayan capai 300-400 ton perbulan dengan jenis ikan tongkol dan ikan dungun/sare,” sebut Panglima Laot.

Reporter : Masri
Editor: Wakid Maulana
Publisher: Nurul Anam

Tinggalkan Balasan