PT Propindo MU Latihan Rutin Tanggap Bencana Kebakaran

oleh -129 views
Manager operational PT Propindo MU, Riyadi Slamet (tengah, kemeja putih) saat latihan.

KOTA BOGOR, Senin (21/09/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka pelatihan tahunan, untuk penyegaran dan peningkatan kesigapan dari para staf keamanan dan kebersihan Blok C dan D, Pasar Kebon Kembang dalam penanggulangan bencana dan bahaya kebakaran, PT Propindo Mulya Utama (MU) sebagai pengelola Blok C dan D yang berada di Jl Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mengadakan Rapat Konsolidasi dan Pelatihan Rutin.

“Pelatihan ini harus ada setiap tahun, bahkan tiga bulan sekali dilaksanakan. Hal ini penting karena merupakan cara kita untuk meningkatkan dan memperbaiki kemampuan para keamanan khususnya yang bertugas sebagai K 3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja),” demikian disampaikan manager operational PT Propindo MU, Riyadi Slamet kepada wartawan, Senini (21/09).

Selain dari itu tambah Riyadi Slamet, hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat Kota Bogor, khususnya para pedagang dan pengunjung pasar tradisional Blok C dan D pasar Kebon Kembang.

Lebih lanjut Riyadi Slamet mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang rawan terjadinya gempa, Efek yang diakibatkan goncangan gempa dapat menimbulkan konsletnya kabel atau aliran listrik gedung, hal inilah yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Maka disinilah perlu kita tingkatkan, kita update lagi proses penanggulangan bahaya kebakaran dan keadaan tanggap darurat bila terjadi keadaan yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.

Riyadi Slamet mengatakan bahwa acara tersebut digagas setiap tahunnya supaya para yang bertugas sebagai keamanan dan kebersihan khususnya yang bertugas sebagai K 3 terus dapat mengupdate dan mengimprove diri dalam rangka untuk menyikapi hal yang tidak diinginkan atau semacam tanggap darurat.

Riyadi Slamet menjelaskan bahwa kebakaran itu bukanlah suatu musibah melainkan suatu resiko dari nyala api yang tidak diinginkan, tidak terkendali dan dapat mengakibatkan kerugian baik harta, benda dan jiwa.

“Oleh karena itu, ada hal yang harus diperhatikan bila terjadi suatu kebakaran. Pertama dalam waktu dua menit kita harus tanggap dan mampu mendeteksi keberadaan kebakaran, baik itu dari percikan api, bau gosong, dan sebagainnya. Kedua setengah menit berikutnya kita harus berupaya melakukan tindakan atau melakukan pemadaman. Bila kedua tahapan tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka kebakaran besar tidak akan terjadi,” tegasnya.

Terkait dengan masalah kebakaran, menurut Slamet Riyadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan bila terjadi kebakaran. Dantaran yaitu evakuasi.

“Yang perlu diperhatikan dalam evakuasi adalah jangan panik, tutup pintu sebelum meninggalkan tempat kemudian beri tanda, gunakan tangga darurat dan hindari penggunaan sepatu berhak tinggi,” ungkapnya.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sesi, yang pertama penyegaran teori teknik pemadaman, kedua teknik evakuasi, ketiga praktek penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Hidrant.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *