PT. Patra niaga mangkir Nasib sopir tangki memprihatinkan

oleh -67 Dilihat

PT. Patra niaga mangkir

Nasib sopir tangki memprihatinkan

 

Banyuwangi, suaraindonesia-news.comTak disangka bertahun – bertahun ratusan sopir tangki di Banyuwangi hanya bisa diam diperlakukan tidak adil oleh PT. PATRA NIAGA anak perusahaan PERTAMINA yang menangani tenaga buruh sopir tangki.

Seperti semak dalam sekam akhirnya mereka secara bersama –sama mengadukan nasibnya kepada Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosnakertran) Kabupaten Banyuwangi. Melalui Lembaga Bantuan Hukum Perlindungan Tenaga Kerja (LBH PTK) crew mobil tangki Se Jawa.

Pengaduan mereka terkait jam kerja dan upah lembur. Dua masalah yang perlu penanganan dan perhatian serius karena menyangkut hak pekerja serta jam kerja crew mobil tangki  “diperas” yang tak kenal waktu.

Sayangnya pengaduan mereka bertepuk sebelah tangan, pasalnya negoisasi yang akan dimediasi oleh Dissosnakertran Kabupaten Banyuwangi hanya dihadiri rombongan para sopir dan krenet tangki Banyuwangi yang didampingi kuasa hukum LBH PTK crew mobil tangki Se Jawa.

Ketua LBH PTK crew mobil tangki Se Jawa. Drs H Jaka Sarwanta, SH. Mhum. MKn mengatakan, jumlah tenaga kerja LBH PTK crew mobil tangki Se Banyuwangi 136 orang selama ini tidak mendapatkan hak sesuai Undang-undang yang berlaku. ”mereka harus kita perjuangkan dan pihak pemerintah dalam hal ini Dissosnakertran Kabupaten Banyuwangi harus ikut dalam perjuangan karena itu tugasnya”, katanya.

Yang disesalkan nasib mereka seperti tak terpantau pemerintah sehingga baru pada tahun 2013 ini permasalahan terungkap. ”anehnya kami tidak pernah diberi uang lembur namun dalam laporan pajak kami seakan-akan sudah terima”, ungkap koordinator crew mobil tangki Banyuwangi Agus Sulistyo dibenarkan yang lain.

Kadis Sosnakertran Kabupaten Banyuwangi melalui  Kabid HI dan Pengawasan Ketenaga kerjaan Drs. Suhartono Padal Hw. MM menjamin mediasi akan terus berlangsung dan pihak tetap akan memperjuangkan hak para crew mobil tangki sejauh sesuai aturan yang berlaku. ”kita akan panggil lagi PT. Patra niaga dari jakarta, ini yang kedua”, katanya meyakinkan.

Reporter : hari & tiem

 

 

Tinggalkan Balasan