Protes Perbup Pilkades, Ratusan Masyarakat Desa Juruan Laok Gelar Aksi Turun Jalan

oleh
Ratusan masyarakat Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, saat menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD setempat, Selasa (8/10/2019).

SUMENEP, Selasa (8/10/2019) suaraindonesia-news.com – Ratusan masyarakat Desa Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, menggelar aksi unjuk rasa menolak Perbup Pilkades di depan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kantor Bupati serta gedung DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (8/10).

Dalam aksinya masyarakat Desa Juruan Laok menyampaikan kekecewaannya, atas beberapa bakal calon yang didukung telah gagal untuk menuju pesta demokrasi tingkat Desa tersebut di tahap scoring.

Maksud dari kedatangan massa ke Kantor DPRD Sumenep untuk memprotes Peraturan Bupati (Perbub) nomor 35 ayat 2 huruf a tentang tatacara penilaian dan pembobotan nilai seleksi tambahan pelaksanaan Pilkades Serentak 2019.

Pilkades serentak kali ini dilaksanakan berdasarkan aturan, dari atas berbentuk Undang-undang No 6 Tentang Desa, Permen. Di daerah diatur melalui Perda dan Perbup.

“Aksi ini adalah cara masyarakat Desa Juruan Laok menyampaikan kekecewaan atas kebijakan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sumenep, yang terindikasi adanya permainan,” teriak korlap aksi, Edi Junaidi dalam orasinya, di depan gedung DPRD Sumenep.

Orasinya, mengantarkan aspirasi masyarakat atas gagalnya bakal calon atasnama Noer Mahenny, dinilai dari panitia Pilkades dan pemerintah kurang cermat dalam menyikapi dalam tahap pencalonan dan tidak transparan, yang menghilangkan pemberian skor pengalaman di Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai nilai pengalaman di pemerintahan.

“Ibu Noer Mahenny ini, memiliki pengalaman di kementerian pekerjaan umum, ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kami menduga ada konspirasi, ambisi kepentingan, sehingga mengakibatkan hilangnya hak warga negara yang dijamin oleh undang undang,” jelas pria yang akrab disaap Edi Kuncir ini.

Pada beberapa saat, setelah demo berlangsung didepan gedung DPRD, sebagian dari masyarakat diminta perwakilan untuk menggelar audiensi bersama anggota DPRD Sumenep, Kepala DPMD Moh. Ramli.

Hingga berita ini tulis sebagian massa aksi masih tetap bertahan menunggu di depan gedung DPRD, di saat sekitar 25 perwakilan lainnya melakukan diskusi di ruang rapat Bamus.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *