Pikades Berpotensi Timbulkan Gugatan

oleh -57 views
Koordinator Forum Komunikasi Penggiat Desa (FKPD) Kabupaten Lumajang, Satori.

LUMAJANG, Jumat (6/9/2019) suaraindonesia-news.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 Kabupaten Lumajang yang akan digelar pada 18 Desember 2019 mendatang, berpotensi menimbulkan perdebatan dan gugatan.

Sebab regulasi Pilkades yang berpedoman pada UU Desa nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri nomor 112 tahun 2014 yang diubah dalam Permendagri nomor 65 tahun 2017 tentang Pilkades.

Menurut Koordinator Forum Komunikasi Penggiat Desa (FKPD) Kabupaten Lumajang, Satori mengatakan, Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 Tahun 2019 yang menjadi salah satu dasar hukum pelaksanaan Pilkades belum sempurna.

“Ada beberapa yang belum diatur ketika ini dibiarkan akan berpotensi menimbulkan perdebatan dan gugatan,” katanya.

Beberapa yang belum diatur dalam Perbup Pilkades, kata Satori diantaranya, yang pertama, mengenai petunjuk teknis surat suara sah dan tidak sah.

“Kedua, mengenai syarat sebagai pemilih belum dijelaskan secara detil dalam Proses,” ujarnya.

Menurut Satori, ketika ini dibiarkan akan menimbulkan multitafsir dan rawan gugatan dalam pelaksanaan pilkades nanti. Setiap calon akan memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang surat suara sah dan tidak sah serta syarat sebagai pemilih. Sehingga bisa menjadi perdebatan.

“Ini harus segara disikapi oleh panitia pilkades sebelum pilkades berlangsung dan harus ada solusi agar para calon memiliki pemahaman yang sama,” ujar Satori.

Didalam Perbup juga diatur mengenai jumlah calon kades minimal dua orang dan maksimal lima orang, artinya, tidak ada calon kades yang akan melawan bumbung kosong sehingga hari ini banyak muncul calon boneka demi bisa melangsungkan pilkases serentar tahun ini.

Terkait pembatasan calon kades yang minimal dua orang dan maksimal lima orang, menurut Satori, itu sebenarnya melanggar hak konstitusional seseorang dalam mencalonkan diri sebagai kepala Desa.

“Kami berharap ketika nanti ada calon kades lebih dari lima orang maka secara otamatis akan diadakan seleksi tes tulis, kami ingin dalam seleksi tersebut benar-benar profesional, transparan dan tim seleksinya melibatkan akademisi, pengiat Desa dan media,” ungkapnya.

Pelaksanaan Pilkades jangan dianggap remeh, karena ini menentukan nasib masyarakat kedepan.

Semoga pilkades serentak ini bisa melahirkan kepala Desa yang benar-benar memiliki komitmen dalam membangun Desa.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *