Peserta Antusias Ikuti Rakor UMKM Pribumi Sumenep

Rapat Kordinasi UMKM Pribumi Sumenep bersama Ust. Miftahol Arifin, Koordinator wilayah Madura di Kanca Kona Cofe Sumenep.

SUMENEP, Rabu (23/10/2019) suaraindonesi-news.com — Sebanyak 41 peserta dari 18 kecamatan se Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sangat antusias ikuti pemaparan sosialisasi yang di sampaikan Miftahol Arifin Koordinator UMKM Pribumi Madura dan Team Entrepreneur Nasional, bertempat di Kanca Konah Cofe Sumenep. Rabu (23/10).

Menurut Miftah, adanya program modal usaha tanpa jaminan dan tanpa bunga oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pribumi diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat pelaku dan pecinta UMKM di Madura. Pada prinsipnya kerjasama ini disebut akad mudharabah.

“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk membuka dan mengembangkan usaha, maka dari itu mari kita semangat dan terus kembangkan UMKM Pribumi ini,” terangnya.

Dia menambahkan tentang ketentuan lain, andai usaha mengalami kolap atau bangkrut maka tidak dilakukan penyitaan aset karena dalam kondisi ini peminjam tidak perlu mengembalikan dananya ke pemilik Founder.

“Andai usaha yang kita bangun bangkrut, maka tidak akan dilakukan penyitaan aset atau mengganti kerugian, ini adalah komitmen dari pimpinan pusat,” imbuh Koordinator UMKM Pribumi Wilayah Madura ini.

Ditempat yang sama, Ketua UMKM Kabupaten Sumenep Suhalis menyampaikan, hasil rakor menunjukkan bahwa peserta lebih banyak mengembangkan usaha dan produksi disektor pertanian, kelautan dan perikanan. Hal ini wajar karena kabupaten Sumenep sebagian besar terdiri dari lautan dan banyak kepulauan.

“Peserta ini banyak yang akan mengembangkan usahanya disektor pertanian, kelautan dan perikanan, jadi wajarlah, Sumenep ini kan sebagian besar terdiri dari kepulauan dan masalah jenis usaha terserah yang mau mengembangkan, yang paling penting bisa membuka lapangan kerja,” terangnya.

Untuk diketahui bahwa, peminjam modal dikelompokkan menjadi tiga katagori. Usaha menengah nominal modal pinjaman 500 juta hingga 1 Milyar. Katagori ke-2 usaha mikro dan ke-3 usaha pemula keduanya diberi pinjaman modal 10 juta hingga 50 juta. Kerjasama ini menurut Miftah dilakukan selama 5 tahun dengan ketentuan bagi hasil 50%-50%. Tanpa Riba, Tanpa bunga dan tanpa Angsuran.

Reporter : Ratih
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here