Perdana, Kejari Gunungsitoli Kalah Pra Peradilan, Kasi Pidsus Akui Pemohon Bebas dari Status Tersangka

oleh
Situasi persidangan saat hakim membacakan putusan prapid

GUNUNGSITOLI, Selasa (29/05/2018) suaraindonesia-news.com – Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (Termohon) kalah pra peradilan dengan Sumitro Tua Tarihoran, DKK yang diwakili Kosmas Dohu Amajihono, SH, MH sebagai kuasa hukum (Pemohon).

Pra peradilan yang didaftarkan oleh pemohon tertanggal 14 Mei 2018 dengan Nomor 5/Pin.Pra/2018/PN Gst itu di sidang dengan dipimpin oleh hakim tunggal Agung Cory FD Laia, SH, MH di Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang beralamat di jalan Pancasila No. 12 Gunungsitoli.

Pada sesi persidangan putusan, Senin (28/5) pengadilan Negeri Gunungsitoli yang dipimpin oleh Agung Cory FD Laia saat membacakan putusannya mengabulkan secara keseluruhan gugatan para pemohon.

Sesaat persidangan Pra Peradilan selesai beberapa awak media yang meliput kegiatan sidang tersebut langsung ke Kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk konfirmasi terkait putusan prapid tersebut.

Kepada beberapa awak media, Kepala Seksi Pidana Khusus, Yus Iman Mawardin Harefa, SH, MH mengatakan dengan adanya putusan Pra Peradilan maka status tersangka ke 5 pemohon otomatis terhapus.

“Dengan adanya putusan Pra Peradilan maka status tersangka ke 5 pemohon otomatis terhapus alias mereka bukan tersangka lagi,” tutur singkat Yus Iman.

Lebih lanjut Yus Iman mengatakan jika pihaknya masih hari ini juga akan segera mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru.

“Masih hari ini juga kita akan segera mengeluarkan surat perintah penyidikan baru yang nanti ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan dulu,” tuturnya.

Menurut Albert Aries, SH, MH dalam tulisannya disalah satu bloknya mengatakan dengan dikeluarkannya Sprindik dan SPDP oleh pejabat yang berwenang (biasanya atasan penyidik), belum tentu sudah memuat penetapan tersangka atas seseorang, karena esensi dari penyidikan adalah upaya penyidik mengumpulkan alat bukti guna menemukan tersangkanya.

Reporter : Topan
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *