Peras Kapten Kapal Pengangkut Kayu, 7 Preman di Kutai Kartanegara Diringkus Polda Kaltim

oleh -1.437 views
Direktur Ditreskrimum Polda Kaltim Kombes Pol. Subandi (kiri) didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutejo menunjukkan barang bukti yang berhasil di amankan dari 7 pelaku premanisme saat press release di Mapolda Kaltim, Rabu, (15/9/2021).

BALIKPAPAN, Rabu (15/9/2021) suaraimdonesia-news.com – Ditreskrimum Polda Kaltim kembali meringkus para pelaku aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan melakukan pengancaman dan pemerasan terhadap pihak perusahaan untuk mendapatkan sejumlah uang.

Sebelumnya, pada Agustus 2021 lalu, jajaran Ditreskrimum Polda Kaltim juga meringkus 5 pelaku yang melakukan aksi premanisme dengan mengancam yang disertai dengan pemerasan di salah satu perusahaan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di Kabupaten Paser.

Kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan sekelompok orang kali ini merupakan yang kedua kali yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Kaltim dalam dua bulan terakhir.

Kasus kedua ini terjadi di wilayah Loa Duri, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Aksi premanisme ini dilakukan oleh 7 pelaku berinisial RS, SI, DWM, MS, AS, OIS dan RY terhadap seorang Kapten Kapal pengangkut kayu.

Aksi premanisme yang dilakukan 7 pelaku ini berlangsung selama 2 hari pada tanggal 3-4 September 2021. Dari 7 pelaku ini, mereka memiliki peran masing-masing dalam beraksi.

7 pelaku berhasil diringkus Tim Opsnal Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim pada 5/9/2021 pukul 01.00 Wita setelah mendapatkan laporan dari korban.

Direktur Ditreskrimum Polda Kaltim Kombes Pol. Subandi menjelaskan, pemerasan dan pengancaman yang dilakukan 7 pelaku ini berawal saat korban yang merupakan Kapten Kapal Biak -18 berinisial US bersama 18 ABK (Anak Buah Kapal) sedang berlayar dengan muatan kayu dari Kutai Barat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Kemudian, pada saat di daerah Loa Duri, Kutai Kartanegara, korban (Kapten Kapal) di telepon oleh pelaku berinisial SI dan DWM. Dua pelaku ini menanyakan dimana Kapal Biak -18 tersebut akan bersandar. Korban pun menjawab bahwa Kapal Biak -18 yang di kemudikannya tersebut akan tiba di Pangkalan PT. Titian Kaltim Nusantara (TKN) yang berlokasi di Loa Duri,” kata Subandi didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutejo di Mapolda Kaltim, Rabu, (15/9/2021).

Setelah korban tersebut memberitahu tempat sandar kapal, lanjut Subandi, pelaku SI mengatakan kepada korban jika Kapal Biak -18 telah melanggar peraturan.

“Pelaku SI ini mengatakan kepada korban jika Kapal Biak -18 melanggar peraturan, dan SI juga mengancam telah mengutus sekelompok orang untuk memutus pita merah yang mereka pasang di Kabupaten Kutai Barat dan akan membentangkannya serta menyumpit Anak Buah Kapal (ABK) jika korban tidak membayar denda 2 persen dari nilai penjualan kayu milik PT. Sayap Mas Abadi yaitu sebesar 175 juta,” beber Subandi.

Kemudian, kata Subandi, pada tanggal 4 September 2021 sekira pukul 00.30 Wita dini hari, setelah korban hampir tiba di Pangkalan PT. TKN, korban mendapat telepon dari penjaga Dermaga dan memberitahu agar korban tidak datang ke lokasi (Dermaga PT. TKN). Karena telah ditunggu oleh sekelompok orang.

“Mendapat kabar dari penjaga Dermaga, korban langsung memutar kapal dan berencana mengikat Kapal tersebut di Pulau Jembayan. Kemudian korban menelpon Owner dan memberitahukan bahwa Kapal tidak bisa di ikat di Pulau Jembayan, karena lokasi juga penuh dengan kapal. Korban memberitahu Owner untuk tetap bersandar di Dermaga PT. TKN,” terangnya.

“Sekira pukul 03.00 Wita, korban tiba di Dermaga PT. TKN dan mengikat Kapal di Dermaga itu. Kemudian datang dua pelaku lain bernisial OIS dan MS, mereka berdua masuk ke dalam Kapal dan meminta uang senilai 3 juta dan solar. Kemudian Kepala Kamar Mesin memberikan uang senilai 300 ribu dan 2 jerigen solar kepada kedua pelaku,” imbuhnya.

Tidak lama kemudian, kata Subandi, pelaku SI, AS dan RY juga naik ke atas Kapal. Di atas Kapal, SI langsung menelpon Owner/pemilik kayu berinisal TN dan DN. SI meminta kedua pemilik kayu tersebut untuk mentransfer uang atas perintah dari pelaku RS.

“Karena merasa terancam dan ketakutan atas keselamatan Kapten Kapal dan muatannya, akhirnya kedua pemilik kayu tersebut memenuhi permintaan pelaku dengan mentransfer uang senilai 5 juta rupiah sebagai pembayaran awal ke Rekening Bank BRI atas nama pelaku DWM,” ujar Subandi.

Ironisnya, dalam kasus pemerasan oleh 7 pelaku ini salah satunya merupakan seorang perempuan berinisial DWM yang berperan sebagai bendahara.

“DWM ini adalah perempuan yang berperan sebagai bendahara, jika ada transfer masuk dari hasil kejahatan memeras harus melalui rekening miliknya,” ungkap Subandi.

Menurut Subandi, aksi pengancaman dan pemerasan yang dilakukan 7 pelaku ini adalah terencana. Sebab, dalam melakukan aksinya para pelaku memiliki mekanisme atau peran masing-masing.

Subandi juga menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap siapapun yang coba-coba melakukan aksi premanisme, baik yang mengancam apalagi merugikan masyarakat di wilayah hukum Polda Kaltim.

“Saya akan tindak tegas semua aksi premanisme yang melanggar hukum, siapapun yang melakukan pelanggaran hukum harus dipertanggung jawabkan secara hukum,” tegas Subandi.

Selain mengamankan 7 pelaku, Ditreskrimum Polda Kaltim juga turut mengamankan barang bukti berupa 6 unit Handphone berbagai merk, 1 buah buku tabungan Bank BRI beserta Kartu ATM dan 1 buah buku tabungan Bank Mandiri beserta Kartu ATM, kain pita merah.

Reporter : Fauzi
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *