Pemkab Sampang Masih Berkutat Dengan Penanganan Banjir

oleh -184 views
Sungai kali kemuning Sampang

SAMPANG, Kamis (7/3/2019) suaraindonesia-news.com – Sampai saat ini Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur, masih berkutat dalam penanganan banjir. Sebab, sampai saat ini kota Sampang masih belum aman total dari banjir walaupun sudah ada mesin penyedot banjir. Untuk itu, Pemkab Sampang terus melakukan penanganan banjir. Salah satunya, rencana pembebasan lahan pembangunan sudetan (Flood way) dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Sampang.

Pasalnya, tahun anggaran 2019, kurang lebih sebanyak 237 bidang tanah yang menjadi lahan terdampak menjadi target pembebasan lahan. Bahkan untuk pembebasan lahan tersebut, tahun ini pemerintah setempat menganggarkan senilai Rp 2,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun anggaran 2019.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Sampang, Tony Moerdiwanto menjelaskan, akhir tahun 2018 lalu, rencana pembangunan flood way dianggarkan senilai Rp 5 miliar guna untuk keperluan pembebasan lahan dan keperluan studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) serta Amdal dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Akan tetapi hingga akhir 2018, studi Larap belum juga tuntas sehingga anggaran tersebut dikurangi menjadi Rp 2,5 miliar.

“Sebesar Rp 5 miliar itu mengurus semuanya, seperti Larapnya. Karena belum selesai hingga akhir tahun, jadinya dikurangi menjadi Rp 2,5 miliar. Akan tetapi jika Larap itu sudah selesai, maka kami harus segera mungkin menyediakan anggaran itu untuk pembebasan lahan,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini setidaknya pembangunan flood way akan dilakukan sepanjang 7 kilo meter dan lebar kurang lebih 50 meter. Sedangkam untuk pembebasan lahannya sendiri dianggarkan senilai Rp 2,5 miliar.

“Anggaran untuk pembangunan flood way ini sementara Rp 2,5 miliar. Tapi kalau bisa ditingkatkan kami akan bahas lagi dan pelaksananya ada di Dinas PUPR,” pungkasnya.

Reporter : Nora/Fer
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *