Pemkab Jember Sosialisasikan Program Hulu-Hilir Sektor Pertanian

oleh -37 views
Bupati Faida Usai Menggelar Sosialisasi di Aula Pendopo Pemkab Jember. (Foto: Eko Riswanto/SI)

JEMBER, Kamis (8/2/2018) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pertanian Jawa Timur terus menyosialisasikan program hulu-hilir di sektor pertanian, Rabu (7/2). Kegiatan ini berlangsung di Aula Pendopo Wahya Wibawa Graha Pemkab Jember.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Hadi Sulistyo memaparkan, program hulu hilir pertanian ini merupakan pilot project nasional dan satu-satunya di Indonesia.

“Program hulu-hilir ini merupakan program Gubernur yang didukung oleh Presiden RI karena program ini untuk menyejahterakan petani. Setiap gapoktan yang memenuhi persyaratan akan mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha pasca-panen dengan menggandeng pihak BULOG dan Asuransi,” tutur Hadi Sulistyo.

Baca Juga: Polres Jember Gelar Pelatihan Pra Operasi Praja Semeru 

Menurutnya, dengan bantuan permodalan, petani bisa mengembangkan usahanya pasca-panen. Selama ini petani hanya menjual gabah baik kepada BULOG maupun tengkulak, dan harga dari gabah ini sendiri sering terjun bebas serta pendapatan yang diperoleh petani sangat minim.

“Dengan program ini, petani nanti tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya dengan kualitas medium ke BULOG, dengan menggandeng pihak Jasa Asuransi Indonesia, petani tidak perlu lagi khawatir mengalami gagal panen karena ada pihak asuransi yang akan menalangi,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program hulu-hilir di sektor pertanian ini, sebab program ini tidak hanya memberikan kemudahan petani dalam mencari modal, tapi juga bisa menciptakan petani di Jember khususnya dan Jawa Timur umumnya menjadi pengusaha.

Dan yang lebih menggembirakan adalah adanya asuransi dari Dinas Pertanian Jatim bagi petani yang mengalami gagal panen. Nilai pertanggungan asuransi sebesar Rp 6.000.000 per hektare/ per musim tanam, sedangkan preminya dibayar pemerintah.

Reporter :Eko Riswanto
Editor : Amin
Publiser : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *