Peluang Bisnis Syariah Terbuka Lebar - Suara Indonesia
Teknologi

Peluang Bisnis Syariah Terbuka Lebar

Avatar of admin
×

Peluang Bisnis Syariah Terbuka Lebar

Sebarkan artikel ini
Ketua Kadin Surabaya Jamhadi 1 e1472717860201
Ketua Kadin Surabaya Jamhadi

Reporte: Adhi

Surabaya, Kamis 01/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya, Jamhadi mengatakan bahwa besarnya populasi umat Islam di dunia membuka peluang bisnis berbasis syariah.

Baik di sektor keuangan atau industri makanan halal produk, masih terbuka lebar dan minim sekali pelaku usaha yang masuk ke sektor tersebut.

Dari sektor perbankan misalnya, data yang dimiliki KADIN Surabaya menyebutkan jumlah rekening Bank Syariah mencapai 40% pada tahun 2013. Kontribusi terbesar berasal dari rekening tabungan yang mencapai 12,7 juta rekening.

“Jumlah rekening tabungan dan pembiayaan syariah baru mencapai 16 juta. Oleh karena itu, perbankan syariah di Indonesa masih memiliki potensi sangat besar,” kata Jamhadi, yang juga menjabat sebagai Dewan Pendiri Surabaya Creative City Forum (SCCF).

Jamhadi melanjutkan, penetrasi rekening tabungan ada 12,7 juta. Angka itu tumbuh 17% dari 10,8 juta. Sedang rekening pembiyaan 3 jutaan, naik 40% menjadi total 16 juta.

Pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dulu bisa 40%-50%, namun tahun 2014 menurun karena pertumbuhan ekonomi yang melambat di tahun 2013, meski 2014 akan terkoreksi.

“Tapi kalau kami lihat secara global, perbankan adalah suatu andalan dalam perekonomian, karena porsinya bisa mencapai 90% dibanding lembaga keuangan lain,” jelasnya.

Jamhadi menjelaskan, pertumbuhan aset dari 2013 ke 2014 sekitar 12%, tetapi ada kenaikan meski tidak sebesar tahun sebelumnya. “Sebelumnya bisa 30%, ini dibawah tahun sebelumnya,” katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Desember 2014 industri perbankan syariah terdiri dari 12 bank umum syariah, 22 unit usaha syariah yang dimiliki oleh bank umum konvensional, dan 163 BPRS.

“Sedangkan total aset industri perbankan syariah pada tahun 2013 mencapai Rp 242,8 triliun dan mengalami kenaikan menjadi Rp 272,4 triliun pada 2014,” pungkasnya. (*)