Peduli Petambak Garam, BRI dan Pemkab Pamekasan Lakukan Mou Hingga Berikan Bantuan

Penandatanganan MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan oleh BRI dengan Pemkab Pamekasan.

PAMEKASAN, Selasa (16/04/2019) suaraindonesia-news.com – Program Kementerian Kordinator Perekonomian Republik Indonesia mendapatkan dukungan dari banyak pihak.

Program berupa inovasi penguatan modal bagi pengusaha tambak garam di pulau Madura ini di kemas dengan Sosialisasi sekaligus Penyaluran KUR Garam Rakyat untuk mewujudkan gerakan ketahanan pangan. Pemberian bantuan KUR tersebut, berlangsung di Lapangan Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu, (13/04).

Kedatangan Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution disambut oleh Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Pamekasan, serta Pimpinan Cabang Bank Republik Indonesia (BRI) Pamekasan, Susilo, Perwakilan bank-bank Himbara lainnya, berikut pula ratusan petani garam dari Pamekasan dan sekitarnya.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, bahwa Program tersebut bertujuan untuk memacu semangat serta memotivasi para petani garam agar tidak khawatir untuk terus mengelola dan mengembangkan usaha tambak garamnya. Saat ini pihak BRI dan sejumlah perbankan nasional lainnya telah siap untuk menyalurkan KUR dengan mekanisme yang memudahkan bagi para petani.

“Mekanisme tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No.8 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat,” paparnya.

Darmin melanjutkan, penerima KUR Garam yang dipusatkan di pamekasan ini juga diberikan di 5 titik penghasil garam lainnya, Kabupaten Rembang, Indramayu, Bima, Kupang dan Jeneponto.

“Kita juga bekerjasama dengan Himbara agar para petani garam bisa layak untuk menerima KUR,” ujarnya.

Darmin menegaskan, saat ini para Petani Garam sudah layak dan pantas mendapatkan KUR dengan bunga 7%. Pihaknya juga akan menggandeng sejumlah Bank Himbara Pemerintah dengan pendampingan budidaya serta peningkatan hasil produksi.

“Selain dukungan KUR, adapula program percepatan berupa Corporate Social Responsibility (CSR),” terangnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, membeberkan, ada sekitar 13 titik, baik kabupaten dan di Jawa Timur yang punya lahan garam. Ia pun berharap agar Himbara bisa melibatkan perguruan tinggi dalam menciptakan kebangkitan kembali Intan dari Laut (Garam) di Jawa Timur.

Foto Bersama Usai Penandatanganan MoU

“Semoga KUR dari Himbara diharapkan dapat menjadi pintu masuk dari Kebangkitan Garam Madura dan Jawa Timur,” tuturnya.

Pemberian KUR dari Menko Perekonomian yang bekerjasama dengan Bank BRI sebagai salah satu Himbara, menuai pujian dari Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

“Produksi garam dari Pamekasan tumbuh 42% dari tahun sebelumnya. Ada 170 Kelompok Petani Garam. Dengan data tersebut kami harapkan akan ada pendorong bagi pengembangan garam dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Sementara pimpinan BRI Pamekasan mengatakan, pemberian bantuan CSR berupa Bantuan Stimulant Lahan Tambak, Kincir Angin Garam, dan Rehabilitasi Gudang Garam Rakyat ini, adalah bentuk kepedulian pihak BRI kepada para petambak garam lokal di Pamekasan.

Untuk diketahui, acara launching tersebut juga dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan oleh BRI dengan Pemkab Pamekasan. MoU tersebut merupakan bentuk kerjasama yang akan mensejahterakan rakyat.

Reporter : Ita
Editor : Amin
Publisher : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here