Pedagang Pasar Tugu Alun Alun Kota Probolinggo Terima Bantuan Stimulus Dari Wali Kota

oleh -61 views
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi secara simbolis memberikan bantuan Stimulus kepada pedagang Pasar Tugu di Pendopo Kecamatan Kanigaran, Jumat (23/7) pagi.

PROBOLINGGO, Jumat (23/7/2021) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 336 pedagang Pasar Sabtu – Minggu (Tugu) yang berjualan di sekitar alun alun Kota Probolinggo yang terdampak PPKM Darurat dan Level-4 dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 menerima bantuan Stimulus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo.

Bantuan Stimulus bagi pedagang pasar Tugu ini diberikan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin di Pendopo Kecamatan Kanigaran dan Pendopo Kecamatan Mayangan, Jumat (23/7/21) pagi.

Terkait bantuan tersebut, Kepala DKUPP Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, untuk menghindari terjadinya kerumunan pemberian bantuan Stimulus pedagang pasar Tugu ini dilangsungkan selama 3 hari, mulai hari Jumat (23/7), hari Senin (26/7) dan Selasa (27/7), bertempat di Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Mayangan.

Fitriawati menyebut, jumlah pedagang pasar Tugu yang terverifikasi, sesuai data sebanyak 336 orang. Masing – masing menerima bantuan sebesar Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

“Bantuan stimulus ini diberikan secara non tunai melalui rekening Bank Jatim masing – masing pedagang yang sudah dibuatkan oleh pihak Bank Jatim tanpa mengurangi jumlah nominal bantuan,” jelas Fitriawati.

Sementara Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin kepada para pedagang pasar Tugu yang hadir pagi itu mengatakan, bahwa dinamika ini dialami semua daerah bukan hanya di Kota Probolinggo saja, tapi seluruhnya menghadapi tantangan pandemi Covid-19.

Wali Kota katakan, bantuan stimulus ini merupakan perhatian dari pemerintah kepada pelaku usaha pedagang pasar Tugu yang semua aktifitas kegiatan perekonomian usaha kecil menengah ditiadakan karena dampak lonjakan Covid-19 atau PPKM, sehingga Pemerintah mengambil keputusan untuk meniadakan kegiatan pasar Tugu.

“Dan tentunya pemerintah dalam hal ini tidak semata mata menutup saja tetapi pemerintah juga memberikan bantuan stimulus untuk meringankan para pelaku usha ini. Mudah mudahan bermanfaat,” ujar Habib Hadi, sapaan akrab wali kota Probolinggo ini.

Ia sampaikan, bahwa bantuan ini disalurkan selama penutupan pasar Tugu berlangsung. Kalau sudah aktifitas kembali penyaluran bantuan ini di stop. Kalau masih tutup sampai akhir tahun bantuan stimulus ini akan diteruskan kepada pelaku usaha UMKM di Pasar Tugu.

Habib Hadi jelaskan, yang dapat bantuan stimulus ini pedagang pasar Tugu yang sudah terverifikasi oleh DKUPP. Karena pedangan pasar tugu ini kan musiman. Sabtu – Minggu jualan dan tidak ada lagi tempat untuk usaha sehingga mereka tidak lagi bisa beraktifitas (berjualan) karena pasar tiadakan (ditutup).

Kalau pelaku usaha yang memiliki tempat lain kan masih bisa berjualan (bisa Take Away), dan lain – lain. Tapi pedagang di pasar tugu ini tidak lagi punya tempat. Karena pagi pasang tenda siang dibongkar. Itu perlu kita perhatikan.

“Bagi pedagang yang sudah memiliki tempat lainnya sudah punya langganan sehari hari hanya diperbolehkan Take Away tidak boleh makan ditempat,” tegas Habib Hadi.

“Kalau pedagang pasar tugu kan gak punya tempat, maka pemerintah memberi solusi dengan memberi bantuan stimulus ini, semoga bermanfaat,” tandas orang nomor satu di kota Probolinggo ini. (ADV).

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *