Pasca Terdamparnya KM Sabuk Nusantara 91, Syahbandar UPP Kelas III Sapeken Dinilai Tidak Bertanggung Jawab

oleh -406 Dilihat
Kantor Terminal Pelabuhan Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

SUMENEP, Minggu (8/5/2022) suaraindonesia-news.com – Tertunda nya KM Sabuk Nusantara 91 berlayar menuju pelabuhan Kalianget dari pelabuhan Sapeken, karena menabrak karang di perairan Pulau Sitabbok, menyebabkan kerugian dari sejumlah penumpang.

Kejadian naas tersebut merupakan arus mudik balik pertama setelah lebaran Idul Fitri menuju pelabuhan Kalianget, adanya kejadian naas itu memaksa para penumpang untuk balik ke pulaunya masing-masing, karena kapal tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Kepanikan, dan ketakutan akan tenggelamnya kapal ke dasar laut membuat para penumpang cemas sehingga banyak penumpang yang memilih meninggalkan sejumlah barang nya adapula yang lupa.

Bahkan Syahbandar UPP Kelas III Sapeken dinilai tidak bertanggung jawab, dan lebih memilih untuk tutup mulut saat di tanya bagaimana dengan barang yang tertinggal dan siapa yang bertanggung jawab.

Nova salah satu penumpang di kapal naas tersebut warga Desa Saur-Saebus membenarkan bahwa barangnya tertinggal di kapal Sabuk Nusantara 91.

“Satu karung barang saya tertinggal, barang itu oleh-oleh dari mertua saya,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan dia mengira para petugas akan mengamankan barang-barangnya.

“Karena kita kena musibah, saya kira para petugas kapal dan pelabuhan akan bertanggung jawab pada barang-barang yang tertinggal, namun ternyata tidak,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Masih kata Nova bahwa suaminya sempat menghubungi lewat watshap salah satu orang sahbandar atas nama Samsul namun ia mangaku pesannya hanya dibaca namun tidak mendapat respon dan penjelasan apapun.

“Karena kebetulan suami saya nyimpan nomor salah satu petugas Syahbandar Sapeken, kalau tidak salah namnya pak Samsul, namun tidak dijawab,” tuturnya.

“Sebetulnya, besoknya saya mau cek barang ke Kapal, karena kabarnya kapal sudah sandar di Pelabuhan Sapeken, ehhh.. ternyata kapalnya dah berangkat malam kabarnya,” sambungnya.

Pantauan tim media di lapangan, bukan hanya itu kekeliruan yang dilakukan oleh petugas Syahbandar Sapeken, namun yang fatal lagi sebelumnya dikabarkan bahwa Syahbandar Sapeken sudah mempersiapkan kapal pengganti yaitu KM sabuk Nusantara 115 siap diberangkatkan, namun ternyata tidak.

Karena itulah kapal DBS III diserbu oleh para penumpang sampai over load, bahkan ada penumpang yang lemas saat antri masuk Kapal.

Sampai berita ini ditulis pihak Syahbandar saat dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan