Paksa Bangun Embung di Desa Lain, BPD dan Tomas Ancam Laporkan Kades Banin B

oleh
Foto Lokasi Embung Desa Banain B yang telah rampung dibangun di Desa Banain A, Sabtu (17/11)

KEFAMENANU-NTT, Sabtu (17/11/2018) suaraindonesia-news.com – Badan Perwakilan Desa (BPD) besrsama Tokoh masyarakat Desa Banain B, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Tmor Tengah Utara Kepada suaraindonesia-news.com Jumat siang (16/11/2018) mengancam akan segera melaporkan Kepala Desa Banain B, Yulius Kolo ke DPRD TTU dan sejumlah instansi terkait lantaran sudah muak dengan sikap Kepala Desanya yang dianggap telah menyalahgunakan wewenang dan jabatannya untuk pembangunan sejumlah paket proyek Dana Desa Banain B tahun 2018 secara sepihak tanpa mengedepankan spirit transparansi dan musyawarah untuk mufakat yang berlaku ditingkat desa hingga kecamatan.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Kanisius Suni, bersama segenap tokoh masyarakat Banain B kepada media ini Jumat (16/11) megatakan bahwa, Berdasarkan hasil Musyawarah Dusun (MUSDUS), Musuawarah Desa (MUSDUS), item proyek pembangunan embung-embung yang bersumber dari anggaran Dana Desa Banain B tahun 2018 senilai Rp. 115. 792. 631 harusnya dibangun dilokasi yag berada diwilayah desa Banain B namun saat ini Kepala Desa Banain B, Yulius Kolo secara pribadi telah membangun embung-embung tersebut di lahan pribadinya sendiri yang terletak diwilayah Desa Lain (Desa Banain A) yang jauh dari akses masyarakat Desa Banain B.

“Atas nama masyarakat Banan B, kami menolak pembangunan embung oleh kepala desa yang sudah dibangun ditanah pribadinya yang terletak didesa Banain A, kami anggap pengerjaan embung itu adalah murni untuk kepentingan kepala desa bukan untuk kepentingan masyarakat Desa Banain B,” tegasnya.

“Setahu saya pembangunan embung telah ditetapkan di Feuklu’uf tanah milik Bapak Valentinus Oki yang terletak didesa Banain B dan telah disurvey oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) namun Kepala Desa tidak mau mendengar kami masyarakat dan memaksakan diri untuk membangun di wilayah Desa lain sehingga kami mendesak Kepala Desa Banain B, Yulisu Kolo untuk segera mundur dari jabatan,” lanjutnya.

Menurutnya, sesuai hasil MUSDUS dan MUSDES pembangunan embung oleh kepala desa sangat bertentangan dengan kemauan masyarakat karena yang akan merasakan manfaat dari embung tersebut adalah masyarakat Desa Banain A dan Desa tetangga lainnya artinya Dana Desa kami digunakan untuk kepentingan Kepala Desa dan Masyarakat desa lain sehingga kami akan segera laporkan hal ini ke DPRD TTU, Pemda TTU dan pihak berwajib.

Hal senada juga diungkapkan tokoh masyarakat Banain B, Valentinus Oki bahwa, pembanguanan embung ditanaha pribadi milik Kades Banain B, Yulius Kolo di lokasi desa lain sangat sarat dengan kepentingan dan tidak berdamapak sedikitpun bagi maayarakat desa banain B sehingga patut dipertanyakan.

“Dana Desa Banain B ini adalah dana Pemerintah yang brtujuan untuk pembanguanan dan kesejahteraan masyarakat Desa Banain B sehingga kades jangan sesuka hati menggunakan jabatannya untuk membangun embung didesa lain. Kami sudah resah dengan ulah kades yang tidak mau mendengar aspirasi masyarakat sehingga kami akan segera lapor ke Pemerintah dan pihak berwajib,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Valen menyayangkan sikap Kepala Desa yang akhir-akhir ini sangat mereshkan masyarakat pasalnya semua pengelolaan Dana Desa tidak mengedepankan transparansi dan musyawarah untuk mufakat.

“Kami masyarakat sangat kecewa dengan sikap kepala desa yang tidak transparan dan tidak menghiraukan aspirasi masyarakat khususnya dalam hal pengelolaan Dana Desa sehingga kami mendesak untuk kepala desa segera mundur dari jabatannya,” ungkapnya.

Sementara Kepal Desa Banain B, Yulius kolo saat dimintai keterangannya melalui whatsapp mengatakan bahwa, pengaduan masyarakat itu hanyalah dinamika biasa dikampung yang tidak perlu dihiraukan karena pembangunan embung itu berada diwilayah Banain dan untuk kepentingan kelompok tani masyatakat Banain B walaupun berada di wilayah desa lain.

“Itu dinamika biasa. Soal dampak itu sangat subyektif dan tdk beralasan. Itu wilayah Banain, saya jamin digunakan untuk kelompok-kelompok tani Banain B. dan biarkan saja mereka berkoar (Palak hen nanoet in),” katanya.

Sementara salah satu Pengurus Komite sekolah SDK Banain, Paskalis Kefi, juga ikut kecewa dengan Ulah Kades Banain B, Yulius Kolo yang telah menyeroboti lapngan SDK Banain dan menggusur semua pohon dan mes guru sekolah setempat demi membangun proyek dana desa tahun 2018 tanpa ijin yayasan sebagai pemilik sah lokasi pembngunan lapangan bola kaki.

“Kami sebagai pengurus komite SDK Banain menganggap pembangunan Lapangan dilokasi SDK Banain merupakan tindakan penyerobotan Pemdes Banain B karena telah menggusur semua, Pohon, pisang, kelapa termasuk mes guru SDK Banain tanpa adanya Berita Acara Penyerahan Tanah dari Yayasan sekolah setempat ke Pemdes Banain B untuk dikelola serta peyerahan kembali surat berita acara dari Pemdes kembali ke Yayasan sekolah sebagaimana kesepakatan awal perencanaan pembanguanan ini diwacanakan,” Jelasnya.

Menurut Paskalis, hingga saat ini pembangunan fisik lapangan oleh Pemdes Banain B sudah hampir 90% namun belum ada satupun berita acara sehingga pihaknya akan segera menpuh jalur hukum untuk mencari kebenaran dan keadilan.

Untuk diketahui dua (2) item proyek yang bersumber dari Dana Desa Banain B ditahun 2018 yakni, pembangunan Embung senilai Rp. 115.792.631 dan telah fix dibangun dilokasi Desa Banain A dan pembangunan lapangan SDK Banain senilai Rp. 191.685..179 sudah fix 90% namun kedua item proyek ini tengah menuai aksi protes keras dari tokoh masyarakat Desa Banain B dan Yayasan Katolik (YAPERNA) akibat sukap Kades Banain B, yang terkesan arogan dan tidak peduli dengan aspirasi masyarakat desa setempat.

Menindaklanjuti polemik ini, BPD dan tokoh masyarakat Banain B akan segera melaporkan hal ini ke Pemerintah Daerah Kabupaten TTU serta Pihak berwajib demi mencari keadilan serta mendesak Kades Banain B, Yulisus Kolo untuk segera Menabggalkan Jabatan demi kelancaran pembangunan.

Reporter : YK
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *