Oknum Panitia Diduga Tilep Uang Bumdes, Begini Penjelasan Kepala Desa Cemara

oleh -149 views
kepala desa cemara yang pakai baju hitam saat dikonfirmasi

INDRAMAYU, Rabu (20/2/2019) suaraindonesia-news.com — Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan sebuah badan usaha yang mampu membantu masyarakat dalam segala hal, memajukan perekonomian masyarakat desa dan menjadi peluang usaha atau lapangan pekerjaan.

Dana Bumdes tahun 2018 di desa Cemara kecamatan Cantigi, kabupaten Indramayu, provinsi Jawa Barat, dipertanyakan. Pasalnya dana Bumdes sebesar Rp. 50.000.000,- dituding tidak jelas peruntukannya. Uang tersebut diduga digunakan untuk menyewa lahan garapan tambak wilayah Kehutanan dan PU, sehingga dana Bumdes tahun 2018 diduga kuat ditilep oleh oknum panitia Bumdes.

Saptoto MDK, selalu LSM Lembaga Pemantau Penggelolaqn dan Pendayagunaan Harta Negara (LP3HN), ketua ranting Kabupaten Indramayu saat ditemui dilokasi wisata gedung cowet menegaskan, pihaknya akan terus mengawal penggunaan dana Bundes di desa Cemara kecamatan Cantigi.

“Terkait dana Bumdes tahun 2018 setahu saya uangnya disewakan buat sewa lahan garapan tambak wilayah Kehutanan dan PU sebesar Rp. 10.500.000,- selama 7 tahun, ada kwitansi sewa lahan tambaknya dan katanya buat renovasi wisata serta buat beli sepeda air di Wisata Gedung Cowet Indah di desa Cemara tapi tidak jelas sampai sekarang permainan sepeda air tersebut belum ada diwisata diduga dana Bumdes tersebut ditilep oleh panitia Bumdes,” tudingnya. Senin (18/02/2019).

Lebih jauh Saptono menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya berjanji akan melaporkan ke penegak hukum penggunaan dana Bumdes di desa Cemara yang diduga tidak jelas penggunaannya. Menurutnya, uang tersebuat harusnya digunakan untuk memajukan perekonomian masyarakat, kalau pengunaan dana tidak tepat, lebih baik uangnya dikembalikan ke Negara.

“Kami selaku Lsm punya bukti kwitansi sewa lahan tambak wilayah perhutanan dan PU, bukti transferan nomor rekening Bumdes dan saya akan koordinasikan dengan kepala Perhutani dan PU apa dibenarkan uang bumdes tersebut untuk menyewa lahan tambak garapan wilayah kehutanan dan PU,” pungkasnya.

Ahmad Zainal Abidin Bendahara Bumdes saat ditemui media ini mengatakan, dana Bumdes tahun 2018 sebesar Rp. 50.000.000,- digunakan untuk sewa lahan tambak selama 7 tahun.

Termasuk juga digunaka untuk renovasi wisata gedung cowet serta beli sepeda air buat di wisata. “Dana Bundes tahun 2018 sudah kami sewakan lahan tambak, buat renovasi wisata gedung cowet indah dan buat beli sepeda air,” katanya.

Kepala Desa Cemara, Tajudin saat ditemui di rumahnya menjelaskan, dana Bumdes Tahun 2018 sudah diserahkan ke panitia Bundes sebesar Rp. 50.000.000,- melaui transfer langsung ke rejening Bumdes. Namun, pihaknya mengaku belum tahu, peruntukan dana tersebut.
“Dana Bumdes tahun 2018 saya selaku kepala desa Cemara tidak tahu dana tersebut digunakan buat apa, tapi yang jelas uangnya sudah saya transfer ke rekening Bumdes sebesar Rp. 50.000.000,- dan sepeserpun saya tidak minta uang bumdes tersebut, nanti kapan-kapan saya akan temui panitia bumdes dan akan mempertanyakannya,” tegas kades.

Reporter : Tono-Sono
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *