Nelayan Aceh Timur Minta Kompensasi Atas Perbaikan Kebocoran Pipa Dasar Laut Kuala Idi

oleh -353 views
Foto: Ilustrasi

ACEH TIMUR, Jumat (03/09/2021)  suaraindonesia-news.com – Nelayan Aceh Timur menyampaikan terima kasih kepada Pertamina EP yang telah merespon keluhan nelayan akibat tumpahan minyak di lepas pantai Kuala Idi yang terjadi sejak setahun lalu.

Akibat tumpahan minyak mentah yang berasal dari pipa Pertamina EP telah menyebabkan kerugian besar bagi nelayan yang mencari nafkah dari usaha tangkapan ikan, pasca tumpahan minyak mentah tersebut ikan makin berkurang di perairan Aceh Timur, bahkan banyak jaring alat tangkap ikan yang rusak akibat lengket minyak di jaring.

Selain pihak Pertamina EP telah mengatasi tumpahan minyak mentah, nelayan minta Pertamina EP untuk memberikan kompensasi terhadap seluruh para nelayan di Aceh Timur yang selama merasa sangat dirugikan.

Hal itu disampikan Panglima Laot Marzuki kepada Media ini, Jumat (3/8). Pihak pertamina EP dalam beberapa hari terakhir mengerahkan 13 kapal untuk mengatasi tumpahan minyak mentah akibat kebocoran pipa minyak.

“Pertama kami sampaikan bahwa para nelayan sangat berterima kepada Pertamina EP yang telah menyahuti keluhan nelayan, selama ini merasa terganggu dan dirugikan akibat tumpahan minyak, yang telah menyebabkan pendapatan penangkapan ikan turun drastis sebab populasi ikan makin berkurang di perairan Laot Aceh Timur. Sehingga para nelayan terpaksa mencari ikan ke daerah lain dengan perjalanan sangat jauh bahkan sampai ke laut banda,” jelas Pawang Ki sapaan akrab Marzuki.

Namun para nelayan berharap kepada Pertamina EP (PEP), sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan selain mengatasi kebocoran pipa, Pertamina EP harus memberikan biaya kompensasi kepada nelayan di Aceh Timur yang mencari nafkah dan bergantung hidup pada usaha penangkapan ikan di perairan laut Aceh Timur, harap Pawang Ki.

Ketua Forum Peduli Masyarakat Miskin (FPRM) Nasruddin, minta Pertamina EP untuk memperhatikan nasib nelayan kecil di Aceh Timur, dampak tumpahan minyak telah menyebabkan kesulitan bagi nelayan untuk mencari ikan,

Perbaikan pipa minyak yang bocor di dasar laut merupakan tanggung jawab perusahaan, namun perusahaan juga harus bertanggung terhadap dampak kelalaian perusahaan yang lamban mengetahui dan menangani tumpahan minyak tersebut.

“Sehingga telah berdampak pada lingkungan terjadi nya pencemaran laut dengan minyak mentah,” katanya.

“Dampak tersebut bukan hanya berkurangnya populasi ikan sumber ekonomi masyarakat khususnya para nelayan, akan tetapi tak tertutup kemungkinan telah merusak ekosistem seperti terumbu karang,” papar Nasruddin.

Nasruddin menambahkan, Pertamina harus memberikan kompensasi terhadap nelayan dan memperbaiki terumbu karang yang di ikut hancur, pungkas Nasruddin.

Sebagaimana diberitakan di beberapa media, sedikitnya 13 kapal dikerahkan oleh Pertamina EP untuk mengatasi tumpahan minyak di lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur, Jumat (3/9).

Kapal-kapal ini turut melakukan pembersihan lapisan tipis minyak dengan menggunakan oil boom (alat untuk melokalisir sebaran film minyak di air) dan oil skimmer (alat untuk memisahkan minyak di air).

Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu menemukan gelembung gas dengan sebaran oil sheen atau lapisan tipis minyak di permukaan laut saat melakukan survei sebagai tindak lanjut laporan dari nelayan di perairan Selat Malaka lepas pantai Kuala Idi, Aceh Timur.

Senior Manager Relations Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera, Yudy Nugraha mengatakan bahwa, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lapisan tipis minyak yang ditemukan.

“Sejak mendapati laporan tersebut, tim Penanganan Keadaan Darurat Pertamina EP Field Pangkalan Susu langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Secara paralel berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lapisan tipis minyak tersebut,” sebut Yudy.

Reporter : Masri
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *