Nasib Naas Menimpa Nelayan Jaring Udang Ketak di Tanjab Barat

oleh -276 views
Foto: Kondisi perahu nelayan yang tertabrak.

TANJAB BARAT, Rabu (10/7) suaraindonesia-news.com – Malang menimpa para nelayan jaring udang ketak dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ubur-Ubur Laut yang beralamat di Mawar RT 09, Kelurahan Kampung Nelayan. Pompong bantuan beserta alat tangkap udang ketak yang disalurkan melalui dana APBD-P 2023 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, mengalami kecelakaan di perairan Kuala Tungkal.

Kelompok Ubur-Ubur Laut yang diketuai oleh Ismail terdiri dari 10 anggota. Masing-masing unit perahu lengkap dengan mesin dan jaring dikuasai oleh dua orang anggota untuk melaut bersama-sama. Kejadian tragis ini terjadi saat mereka sedang membentangkan jaring.

“Saat kami sedang membentangkan jaring, kami melihat sebuah kapal trol melaju ke arah perahu kami. Pada awalnya, kami tidak menyangka kapal trol tersebut semakin mendekat karena keadaan masih pagi hari,” ungkap Pendi.

Dengan keadaan sedikit tegang, Pendi menaiki kamar mesin sembari berteriak dan melambaikan baju serta cahaya senter, namun kapal trol tersebut tidak melakukan manuver untuk menghindari perahu mereka. Akhirnya, kapal trol tersebut menabrak tepat di bagian tengah perahu.

Baca Juga: Dua Eksekutor Pembakar Rumah Wartawan di Tanah Karo Ditangkap, Miliki Tugas Berbeda

“Kejadian penabrakan itu sangat tidak disangka. Semua ransum dan HP Android saya pun raib tenggelam. Kami akhirnya dinaikkan ke kapal trol sementara perahu kami digandeng untuk diantar kembali ke Kuala Tungkal, Kelurahan Kampung Nelayan,” ujar Yopi Ardiansyah.

Pemilik kapal trol, H. Jai, dan tekong kapal trol, Rusli, saat didatangi oleh pemilik perahu (Opa) yang didampingi pihak keluarga dan media ini, mengakui kesalahan mereka.

“Saya mengakui kesalahan saya dan siap memperbaiki kerusakan perahu serta mengganti HP yang tenggelam. Saya juga benar-benar meminta maaf atas kesalahan saya,” ucap Rusli.

Yopi Ardiansyah menyatakan bahwa untuk saat ini dan beberapa hari ke depan, ia dan rekannya tidak dapat menafkahi istri dan anak-anak mereka.

“Seharusnya ini juga menjadi perhatian pemilik trol dan tekong trol tersebut. Hingga saat ini, HP saya yang tenggelam belum ada kejelasannya dan saya masih menunggu itikad baik dari tekong trol dan pemilik trol tersebut sebelum membawa masalah ini ke laporan kepolisian,” kata Yopi Ardiansyah.

Reporter: Yatib
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan