Muscab ke IX PPP Jember, Bupati Hendy Minta Kolaborasi Majukan Jember

oleh -487 views
Bupati Jember Hendy Siswanto saat memberikan sambutan pada Muscab ke IX PPP Jember. (Foto: Istimewa)

JEMBER, Minggu (05/12/2021) suaraindonesia-news.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember akhirnya menggelar musyawarah cabang (Muscab) untuk memilih formatur guna menentukan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) selanjutnya.

Muscab tersebut dihadiri oleh Sekjen DPP PPP Muhammad Arwani dan Ketua DPW PPP Jawa Timur Munjidah Wahab, serta Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember KH. MB. Firjaun Barlaman, berlangsung di Hotel Meotel Jember, Minggu (05/12/2021).

Ketua DPC PPP Jember KH. Madini Farouq menyampaikan partai berlambang Ka’bah memiliki target mendapatkan 10 kursi di dewan legislatif mendatang.

“Kalau 2019 lalu kami belum punya bupati, kita dapat 4 kursi, saat ini PPP Jember mempunyai bupati insyaallah target 10 kursi akan tercapai,” ungkap Madini.

Madini menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPW dan DPP untuk menilai apakah dirinya pantas untuk meneruskan kembali kepemimpinan atau diganti.

Madini mengajak seluruh anggota PPP Jember untuk bersatu mewujudkan cita-cita mulia partai ke depan.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto meminta siapapun pemimpin PPP Jember selanjutnya diharapkan berkolaborasi bersama Pemkab Jember untuk mewujudkan berbagai program yang telah dirancang demi kemajuan Jember ke depannya.

Hendy berterima kasih kepada PPP Jember telah menjadi partai pendukungnya dan selama ini telah mendukung programnya sehingga pembangunan di Jember dapat berjalan dengan baik.

“Bahkan berkat kolaborasi yang baik antara ekskutif dan legislatif, kini Jember sudah menetapkan APBD 2022 sebelum tahun berjalan, itu artinya pembangunan yang sudah berjalan utamanya peningkatan infrastruktur bisa terus berlanjut,” ungkap Hendy.

Hendy menceritakan, selama delapan bulan memimpin Jember mengalami berbagai dinamika yang hebat.

Awal memimpin dihadapkan dengan berbagai hutang yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.

“Banyak yang belum digaji baik ASN, tenaga kesehatan, perangkat desa, guru belum digaji selama beberapa bulan. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya APBD. Selain itu juga banyak formasi yang kosong karena waktunya naik jabatannya malah tidak naik, padahal sudah waktunya naik,” urai Hendy menceritakan.

Dia bersyukur berkat dukungan legislatif, termasuk di dalamnya ada PPP maka segala perumusan kebijakan dapat berjalan lancar dan sesuai target.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

 

 

Tinggalkan Balasan