Meriahnya Festival Pegon “Waton Parade 2019” di Jember

oleh -50 views
Bupati Jember, Faida naik pegon keliling pesisir pantai watu ulo. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Minggu (23/6/2019) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 58 pegon dihias dan kemudian diarak dari Kantor Desa Sumberejo dan berakhir di Pantai Watu Ulo. Setiap pegon terisi penuh penumpang, karena sopir pegon membawa serta keluarga inti, juga sanak saudara.

Sopir pegon ini memiliki nama unik yakni ‘bajingan’. Pegon, angkutan tradisional ditarik sepasang sapi dihias sedemikian rupa di Waton Parade 2019.

Di sisi kanan dan kiri tubuh pegon dihias dengan berbagai hiasan, seperti janur, kain warna-warni, juga hiasan lain. Tidak lupa, ketupat juga digantung di bagian dinding pegon.

Masyarakat pesisir pantai watu ulo bergembira, mereka bersama keluarga berkumpul di pinggir pantai dan menyantap hidangan yang telah dibawanya dari rumah masing-masing seperti opor ayam, ikan bakar juga ketupat. Inilah tradisi syukuran yang telah ada sejak 1989.

Festival pegon adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Jember.
Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini festival pegon dikemas apik dengan tajuk Waton (Watu Ulo Pegon) Parade 2019, Minggu (23 Juni 2019)

Pantauan media ini, festival tersebut berlangsung meriah, selain arak-arakan puluhan pegon, juga ada penampilan tarian tradisional oleh para siswa taman kanak-kanak, pameran UMKM, bakar ikan massal di pinggir pantai, demo masak oleh chef Rian, dan pengumuman finalis Gus dan Ning.

Bupati Jember, Faida pun setelah turun dari mobil dinasnya langsung menaiki pegon dan diarak mengelilingi pantai.

“Festival pegon kali ini berhasil, ada peningkatan kunjungan sebanyak 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, sehingga antusiasmenya lebih baik. Dan kali ini juga karena libur anak sekolah maka juga siswa dilibatkan dalam memeriahkan acara ini, mereka ada yang menampilkan tari, pameran umkm siswa smk dengan berbagai inovasi dan karya-karya anak smk sungguh luar biasa, tadi saya sempat pesan 100 paket hiasan dari coklat,” ujar Bupati Faida.

Dan pada acara tersebut, masyarakat secara langsung menyerahkan gunungan ketupat kepada Bupati, setelah itu berdoa bersama kemudian bupati menggunting ketupat sebagai tanda ketupat bisa dinikmati oleh warga. Setelah ketupat digunting, gunungan tersebut pun menjadi rebutan masyarakat

Seorang warga setempat, Siti Marhamah mengatakan bahwa dirinya rela berdesak-desakan berebut gunungan ketupat untuk mendapatkan berkah.

“Biar tambah berkah hidup, membawa keberuntungan dan dimudahkan segala urusan kita ke depan,” ujar Marhamah.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *