Mengintip Indahnya Pulau Tabuhan Banyuwangi yang Tak Berpenghuni

Pulau Tabuhan Banyuwangi

BANYUWANGI, Kamis (01/02/2018) suaraindonesia-news.com – Nama Pulau Tabuhan agak terdengar asing. Wajar saja, sebab letaknya cukup jauh di tengah laut Selat Bali. Meski begitu, Pulau Tabuhan ternyata masih bagian dari Banyuwangi lho.

Ya, tepatnya pulau tersebut berada di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Jika Masyarakat pernah menjamah Pantai Watudodol, Pulau Tabuhan bisa dilihat cukup jelas dari pantai tersebut. Meski tampak kecil, tapi hijau pemandangan dari pohon yang tumbuh di daratannya cukup menyita perhatian.

Ketika media ini menelusuri Pulau Tabuhan berukuran cukup kecil. Pasalnya, luas pulau hanya sekira lima hingga enam hektar saja. Pulau ini termasuk pulau yang tidak berpenghuni. Meskipun tampak hijau dari kejauhan, ternyata menurut Warga masyarakat yang pernah berkunjung ke pulau ini yang pernah menjamahnya, Pulau Tabuhan tidak ditumbuhi banyak pohon, sehingga ketika Anda berkunjung hanya sedikit saja pohon yang bisa dijadikan tempat berteduh.

Tapi, Masyarakat jangan khawatir, meskipun kecil dan tidak banyak pohon untuk berteduh, di Pulau Tabuhan ini, pengunjung bisa melakukan beragam aktivitas, seperti snorkeling, berkeliling pulau, dan tentu berfoto-foto. Snorkeling di Pulau Tabuhan cukup aman, sebab ombak cukup tenang.

Pengunjung bisa bersnorkeling di area yang cukup ke tengah, tapi tetap harus berhati-hati dengan bulu babi dan sebisa mungkin hindari menginjak karang.

Berkeliling pulau juga menarik untuk dilakukan, karena hanya membutuhkan waktu sekira 15 menit saja berjalan kaki. Namun, pengunjung harus memakai tabir surya jika hendak berkunjung ke pulau, sebab matahari cukup terik dan bisa menghitamkan kulit dalam sekejap.

Lokasi tepat nikmati matahari terbenam dan terbit. Untuk bisa menikmati matahari terbenam dan terbit pengunjung atau warga harus menginap di Pulau Tabuhan.

Akan tetapi fasilitas yang tersedia di pulau ini belum cukup lengkap. Menurut pengunjung yang pernah berkunjung ke sana, baru tersedia bilik untuk mengganti baju dan beberapa warung menjajakan makanan dan minuman.

Selain itu, bagi pengunjung yang hendak snorkeling, sebaiknya menyewa atau membawanya dari Pantai Bangsring, karena di Pulau Tabuhan belum ada penyewanya. Sampah yang Warga hasilkan juga harus dibawa kembali, sebab di pulau tersebut belum tersedia pembuangan.

Cara mencapai Pulau Tabuhan Warga atau pengunjung bisa menyewa kapal dari Grand Watudodol, Bunder Bangsring, dan Kampe. Tapi, jika ingin jarak yang lebih singkat, pilihlah Pantai Bangsring atau Kampe. Rute itu dipilih jika pengunjung memulainya dari Kota Banyuwangi.

Tapi, kalau pengunjung memulainya dari luar Kota Banyuwangi, pengunjung harus terlebih dahulu naik kereta ke Banyuwangi, turun di Stasiun Banyuwangi Baru, lanjut naik ojek ke terminal Sritanjung lalu naik bus ke Situbondo, turun di Desa Bangsring.

Menurut Anton pemilik perahu asal warga bengkak yang sehari hari mangkal di pantai kampe angkut biaya sewa kapal untuk berlayar ke Pulau Tabuhan harganya Rp 500 Ribu perkapal dengan maksimal angkut 10 orang. Pemilik kapal akan memberikan fasilitas penumpang berupa jaket pelampung.

Reporter : Harto
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here