Masih Ada 102 Warga Pekalongan Buta Aksara

oleh
Kepala Dindik Kota Pekalongan, Suroso.

PEKALONGAN, Sabtu (29/6/2019) suaraindonesia-news.com – Masih ada 102 warga Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang masih buta aksara. Ini berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan.

Namun menurut Kepala Dindik Kota Pekalongan, Suroso, angka tersebut menurun dari bulan Mei 2019.

“Di awal tahun ada 162 orang buta aksara, kini angkanya 102,” katanya.

Sementara, Kasi Kurikulum dan Kelembagaan Dindik Kota Pekalongan, Amat Farokhim mengatakan, dengan jumlah buta aksara mencapai 102 tersebut, maka Kota Pekalongan masuk dalam zona merah. Data data ini, mayoritas warga yang buta aksara adalah mereka yang berumur 50 tahun, dan berjenis kelamin perempuan.

Rokhim menambahkan, bahwa pihaknya kini tengah berupaya untuk mengentaskan angka buta aksara.

“Kami targetkan tahun ini pengentasan buta aksara terlaksana,” jelasnya.

Terdapat 116 relawan nantinya yang akan membantu mengentaskan buta aksara pada Juli 2019 mendatang.

“Kami bagi relawan menjadi 7 kelompok, yang akan terjun ke 7 keluarahan dalam kurun 3 bulan,” tambahnya.

Ada 7 kelurahan yang disasar untuk program ini. Yaitu Kelurahan Panjang Baru, Bendan Kergon, Pasirkratonkramat, Noyontaan, Pringrejo, Klego, dan Krapyak.

“Kami akan kejar pengentasan buta aksara di Kota Pekalongan,” pungkas Suroso.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *