LPA Deli Serdang minta Kemen PPPA Turun Tangan Atasi Kasus Sodomi Anak 10 Tahun di Medan

oleh -385 views
Foto: Junaidi Malik saat dijumpai di sekretariat Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, Jalan Besar Tumpatan Beringin, Komplek Graha Bakaran Batu Indah nomor 67 Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, Senin (13/09/2021).(Foto: M. Habil Syah/ SI).

DELI SERDANG, Senin (13/09/2021) suaraindonesia-news.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) diminta turun tangan atasi kasus bocah 10 tahun yang diduga disodomi oleh 10 orang dewasa di Kota Medan.

Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik.

“Kasus sodomi dialami korban yang masih berusia 10 tahun tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Oleh karenanya, Kemen PPPA diharapkan berperan dalam memecahkan persoalan ini”, terangnya, Senin (13/9/2021).

Menurut Junaidi, kasus sodomi ini menuntut perhatian serius dari Kemen PPPA, indikatornya karena korban sangat membutuhkan pendamping serius mulai psikiater sampai psikologi.

“Kami (LPA dan pengacara hukum korban) yang menangani kasus sodomi tersebut bekerja ikhlas tanpa mengharapkan biaya. Dari itulah, butuh dukungan besar dari Kemen PPPA untuk memenuhi kebutuhan korban,” harapnya.

Sejauh ini, kata Junaidi, LPA bersama pengacara hukum sudah memberikan pendampingan terhadap korban ke Minauli Consulting, salah satu Layanan Psikologi di Kota Medan.

“Di sana (Minauli Consulting) korban, ditangani oleh psikolog berpengalaman Ibu Dra Irna Minauli MSi secara gratis. Tetapi, pihak Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, tak berkenan. Pendamping harus ditunjuk dari mereka, namun biaya dibebankan kepada keluarga korban. Tentu hal itu sangat memberatkan,” keluh Junaidi.

Oleh sebab itu, Junaidi berharap Kemen PPPA segera turun tangan melakukan langkah-langkah yang baik buat korban.

“Presiden Jokowi sudah menjadikan kejahatan terhadap anak sebagai kejahatan luar biasa, dari itu, bila kini kasus sodomi ini telah menyeruak, maka semua pihak harus bertanggung jawab, terlebih lagi Kemen PPPA,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seorang bocah laki-laki berinisial RAP (10) warga Kecamatan Medan Denai disodomi oleh sepuluh orang dewasa, Senin (23/08/21).

Dalam aksi bejat para pelaku, anak yang masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di salah satu sekolah swasta di Medan Amplas ini diancam pakai pisau dan kakinya sebelah kiri dibakar menggunakan puntungan rokok.

Kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polrestabes Medan. Tetapi, hingga detik ini kasusnya masih mengambang dengan belum menangkap para pelaku.

Reporter : M. Habil Syah
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *