KPK Berikan Edukasi Kepada Anak RA/TK di Pendopo Arya Wiraraja

LUMAJANG, Rabu (4/9/2019) suaraindonesia-news.com – Edukasi Anti Korupsi kepada anak-anak ini merupakan amanat Undang-Undang, yang memang sejatinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tugasnya itu pencegahan anti korupsi. KPK juga memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan antikorupsi diseluruh jenjang pendidikan, mulai pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

Dan yang dilakuakn kali ini adalah terkait dengan pendidikan karakter, yaitu values atau nilai-nilai anti korupsi. Yang berusaha kita tanamkan itu 9 (sembilan) nilai, dan KPK mengadopsi 9 (Sembilan) nilai-nilai anti korupsi, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil.

“Dan itu karakter yang harus dimiliki oleh anak-anak. Karena pendidikan anti korupsi ini sesungguhnya investasi bukan untuk 1 atau 2 tahun ke depan, melainkan untuk beberapa tahun ke depan,” kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Kedeputian Bidang Pencegahan KPK, Epi Handayani saat diwawancarai sejumlah wartawan, tadi pagi di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.

Menurut Epi, anak-anak ini dipandang sebagai generasi peneru yang anti koruptif. Sebagai contoh, Epi mengajarkan bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya.

“Pelajaran di kelas ini tidak muluk-muluk, dengan membuang sampah di tempatnya tu sudah merupakan cara dari anak-anak mencegah korupsi,” ungkapnya lagi.

Epi yang bertugas menyelenggarakan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat ini, memberikan pandangan mengenai berbagai macam strategi pemerintah yang selalu berinovasi tiada henti baik di dunia pendidikan.

“Penddikan karakter anak seharusnya menjadi salah satu indikator utama dalam pendidikan nasional,” ujar perempuan berkaca mata ini.

Ia menjelaskan bahwa itu, adalah dua hal yang sangat berbeda. Untuk itu sangat penting untuk menanamkan pendidikan karakter untuk menciptakan generasi antikorupsi.

“Setiap orang tua atau guru harus mulai berubah dengan praktik yang sederhana membentuk anak-anak menjadi generasi yang unggul dan jujur,” bebernya lagi.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Bhayangkari Lumajang, Ngatin, kepada media ini menyampaikan jika kegiatan ini snagat membantu pihaknya dalam memberikan pendidikan kejujuran kepada anak didiknya.

“Anak-anak bisa jujur, dan itu bisa membuat hati tenang,” katanya waktu itu.

Selain itu, kehidupan yang jujur menurutnya sudah ada dalam pembahasan bidang pengembangan diri anak.

“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan pelajaran senam sehat, sosialisasi anti korupi, dongeng anti korupsi, dan kuis tanya jawab,” pungkasnya.

Dari pentauan media, ada ratusan anak dari RA/TK yang menghadiri acara tersebut dari lembaga se Kabupaten Lumajang didampingi oleh wali muridnya. Selain anak RA/TK, kelas tersebut dilanjutkan untuk anak SD/MI, kemudian SMP/MTs lanjut SMA/MA/SMK. (adv)

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here