PAMEKASAN, Rabu (27/07/2022) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Bupati Baddrut Tamam terus melakukan program inovasi dalam menumbuhkan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Salah satunya melalui program wirausaha baru (WUB) yang saat sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pasalnya, sebagian peserta yang pernah mengikuti pelatihan WUB saat ini mampu menjalankan usahanya dengan baik hingga mampu memperbaiki ekonomi keluarganya. Bahkan harus merekrut pekerja untuk memenuhi pesanan pasar.
Selah satu kopiah batik hasil produksinya Imam Syafi’e (30) warga Desa Rek Kerek Kecamatan Palengaan, Pamekasan.
Ia bisa berinovasi untuk memproduksi kopiah batik dari Program Pemkab Pamekasan yaitu wira usaha baru (WUB), selain pelatihannya gratis, program WUB juga itu memberikan alat gratis hingga pinjaman modal dengan bunga nol persen.
“Selama pelatihan itu diajari menjahit membuat songkok dan lainnya. Program WUB cetusan Bupati Baddrut Tamam ini sangat membantu dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di desa desa,” kata Imam Syafi’e, Rabu (27/7/2022).
Dia bersyukur, usahanya yang digeluti sejak tahun kemarin berkat pelatihan WUB tersebut terus berkembang, pesanan tidak hanya dari wilayah Pamekasan Madura. Melainkan telah menembus ke pasar Kalimantan, Jember dan kota Bandung Jawa Barat.
“Penjualan saat ini kami menyasar pasar luar Madura, ada yang sudah ke Kalimantan dan Jawa Barat. Hal itu tidak lepas dari strategi marketing yang juga dibantu oleh badan usaha milik desa (BUMDes) serta dukungan Pemerintah Daerah,” ungkapnya.
Imam Syafi’e menambahkan, usahanya saat ini telah mampu merekrut lima tenaga kerja dari warga setempat.
“Setiap hari kami maksimal mampu memproduksi 20 songkok, karena keterbatasan alat. Saya bersyukur sekali dengan adanya pelatihan ini. Sehingga kami bisa membuat songkok batik,” ungkap Imam Syafi’e.
Menurutnya, songkok batik yang diberi nama ‘sejahtera’ tersebut memanfaatkan batik dari Desa Rek Kerek, yaitu batik Nong Tangis. Karena batik jenis ini mulai punah dan tidak banyak orang tahu.
Dia berharap, adanya usaha songkok batik memiliki dampak ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Desa Rek Kerek sesuai dengan tujuan Bupati Baddrut Tamam merancang program WUB.
“Saya mengajak kepada anak-anak muda agar mencintai produk sendiri, utamanya batik tulis khas Pamekasan,” pungkasnya.
Sekedar informasi, Pemkab Pamekasan merancang program WUB dengan target 10 ribu pengusaha selama lima tahun dengan skema pelatihan usaha gratis, bantuan modal dengan bunga nol persen, bantuan alat produksi, hingga fasilitasi pemasaran, dengan harapan ekonomi masyarakat merata dari desa.
Reporter : May
Editor : Nurul Anam
Publisher : M Hendra E












