KJI Kecam Pendemo Tolak UU Cipta Kerja yang Ancam Jurnalis

oleh -155 views
Wajah oknum pendemo yang mengancam jurnalis dengan mengacungkan martil. (Foto: Istimewa)

JEMBER, Jumat (23/10/2020) suaraindonesia-news.com – Demo gelombang kedua menolak pemberlakuan UU Cipta Kerja yang dipelopori ratusan mahasiswa, tergabung dalam Aliansi Jember Menggugat (AJM) pada Kamis (22/10/2020) kemarin di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, berujung ricuh.

Sejumlah pendemo melakukan pelemparan batu maupun petasan ke arah Gedung DPRD Kabupaten Jember. Hal tersebut menyebabkan kerusakan fisik di sejumlah titik di gedung dewan.

Tidak hanya itu, sejumlah jurnalis yang meliput di lokasi demonstrasi juga menerima ancaman dari sejumlah pendemo.

Hal tersebut diketahui berdasarkan kesaksian sejumlah jurnalis sekaligus bukti rekaman video yang menunjukkan adanya ancaman dari pendemo kepada jurnalis yang melakukan peliputan di lapangan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Suara Indonesia News (@suaraindonesianews) pada


Di dalam video tersebut, tampak jelas seorang pria dan rekan-rekannya mengancam jurnalis agar tidak meneruskan mengambil gambar atau video. Tidak hanya itu, oknum tersebut juga mengacung-acungkan martil kepada jurnalis serta melempar bambu, sehingga mengenai salah satu jurnalis.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB kemarin, saat kericuhan meletus.

“Padahal, posisi jurnalis yang menerima ancaman tersebut saat itu berada di posisi yang seharusnya. Yakni di belakang pembatas kawat duri,” kata Ketua Komunitas Jurnalis Independen (KJI), Dody Bayu Prasetyo pada Jumat (23/10).

Terdapat sekitar 10 orang jurnalis dari berbagai media yang saat itu menerima ancaman. Di antaranya jurnalis JTV, Kompas TV, Antara, dan lain-lain.

Terkait peristiwa yang sangat disayangkan tersebut, KJI menyatakan sejumlah sikap:

1. Mengutuk keras tindak ancaman yang dilakukan sejumlah oknum pendemo kepada para jurnalis yang meliput.

Apalagi mengingat posisi jurnalis saat itu berada pada tempat yang seharusnya, yakni di sisi dalam pembatas kawat.

2. Meminta kepolisian untuk mengusut pelaku pengancaman atau persekusi di tengah demonstrasi kepada jurnalis yang meliput.

3. Mengimbau koordinator aksi untuk membantu aparat dalam mengungkap pelaku pengancaman kepada jurnalis yang meliput aksi demonstrasi.

4. KJI sangat menghormati proses penyampaian aspirasi warga negara melalui aksi turun ke jalan atau demonstrasi. Namun hendaknya tetap menjaga ketertiban dan tidak memperkusi pekerja media atau jurnalis yang bertugas untuk menginformasikan peristiwa kepada masyarakat.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *