Ketua PKS Aceh Timur Bantah Terlibat Kasus Sabu Ditangkapnya Oknum DPRK Aceh Timur

Ketua PKS

ACEH TIMUR,  Rabu (30/10/2019) suaraindonesia-news.com – Kasus yang menimpa oknum anggota DPRK Aceh Timur, berinisial SA,  yang diamankan oleh Opsnal Satres Polres Aceh Timur, Rabu (23/10/2019), hingga memunculkan berbagai spekulasi.

 

Berdasarkan pernyataan Muslim Agani, abang kandung SA, yang di ekpose sejumlah media kemarin, menuduh ketua PKS, yang telah menjebak adiknya dengan sabu-sabu.

Kasus tersebut telah menggelinding seperti bola salju, hal tersebut di sebabkan pihak Polres belum mengumumkan secara resmi ke publik, hasil penyelidikan terhadap SA.

Untuk mengungkapkan kronologis atas berbagai spekulasi, terutama tudingan terhadap ketua PKS Aceh Timur,  Mustafa MY Tiba, yang di tuduh aktor di balik rekayasa menjebak SA, dengan kasus sabu-sabu.

Ketua DPD PKS Aceh Timur, Tgk Mustafa Menceritakan kronologi kepada sejumlah awak media dalam konfrensi pers di Kuta Raja Kupi, Simpang Ulim, Rabu (30/10).

Tgk Mustafa MY Tiba, sapaan akrab Abu Panglima, menceritakan secara blak blakan dengan diawali acara rapat partai hari Senin, (21/10) di kantor PKS di jalan nasional Medan-Banda Aceh Gampong Seneubok Meuku, Kecamatan Idi Timur.

Sekitar pukul 14.00 Wib, datang SA, Nawawi dan seorang perempuan muda turun dalam mobil SA jenis Toyota Rush dengan nopol BL 1527 AA.

“Kami berempat duduk di dalam kantor PKS juga merangkap sebagai warung kopi usaha milik Abu Panglima, sambil menunggu datang pengurus lainnya,” tuturnya menceritakan.

Setelah hadir beberapa pengurus teras partai, kata dia, ia bersama lainnya langsung memulai rapat internal partai, namun sebelum di mulai rapat, Abu Panglima meminta perempuan tersebut untuk pindah ke tempat lain, karena ini rapat internal partai.

Sebelumnya, abu panglima sempat menanyakan siapa perempuan tersebut kepada SA, di jawab SA “perempuan itu, pendamping komisi, dia menyebut namanya Siti.

“Saya heran juga, kenapa sudah ada pendamping komisi, sedang komisi saja belum terbentuk,” tuturnya.

“Selesai waktu ashar saat rapat masih berlangsung, datang istri saya, mengajak untuk menjemput anak di sekolah di Gampong Aceh Idi Rayeuk,” imbuhnya.

Kemudian kata dia, ia meminjam mobil SA, sebentar untuk menjemput anaknya, bersama istrinya, namun sebelum berangkat ia minta SA, untuk memberitahukan kepada perempuan tersebut agar turun dari mobil, karena perempuan tersebut selama ia rapat duduk dalam mobil.

“Setelah perempuam Itu turun,  saya bersama istri berangkat ke idi, menjemput anak, setelah itu kami singgah sebentar di pajak, istri saya berbelanja, sesudah belanja kami berangkat dan berhenti sebentar lagi di depan polsek Idi Rayeuk,  untuk membeli Gorengan,” tuturnya.

Kamudian ia langsung balik ke rumah atau kantor PKS, jadi saya pinjam mobil milik SA lebih kurang selama 30 menit.

“Setiba kami di rumah tak berapa lama rapat telah selesai, jadi mereka langsung pulang ke tempat masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut Abu Panglima menjelaskan, bahwa Rabu malam,(23/10) ia berangkat ke Medan bersama keluarga ke tempat kakek istrinya yang meninggal, selama satu hari, Kamis malam ia langsung pulang dari Medan.

“Saya baru mengetahui kejadian tersebut kamis pagi sekitar jam 9, saat di telpon salah seorang wartawan menayakan perihal di tangkap SA, saya tanya balik kapan dan dimana, karena saya tidak tahu,” tuturnya lagi.

Kemudian ia menghubungi SA, hp nya tidak aktif,  kemudian ia menghubungi Iskandar tidak di angkat kemudian ia menelpon anak nya Ak.

“Saya tanyakan kepada SA, apa benar di tangkap dan sekarang di mana, iya saya kemarin di periksa sekarang saya di rumah,” jawab SA singkat dan menutup pembicaraan nya.

Beberapa saat kemudian setelah saya telpon kemudian saya wa SA,  untuk pindah dulu sementara, menghindari dari wartawan biar masalah ini tidak viral, saya pikir SA bukan di polres, tapi di rumah.

“Kemudian hari kamis, 24/10 saya wa lagi SA, menanyakan kabar terbaru, bagaimana kondisinya apa sudah aman, SA membalas “sudah aman” kalau sudah aman berarti tidak ada masalah lagi,” ujar Ketua PKS.

Jadi kata dia, kejadian di tangkap nya SA, dengan pinjaman mobil dia berselang waktu 42 jam, jadi dalam rentan waktu tersebut semua bisa saja terjadi, “jadi kenapa di tuduh saya yang merekayasa atau menjebak kader terbaik saya sendiri,” ujarnya.

“Tudingan Muslim Agani abang kandung SA, terhadap diri saya tak beralasan, dia pembohong, bila dalam batas waktu(dead line) yang telah saya berikan sejak kemarin,  tidak menyampaikan permohonan maaf dan mencabut pernyataan nya, besok kamis 31/10 akan kami laporkan kepolres,” Kata Abu Panglima.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Marisa


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here