Kejaksaan Negeri Abdya, Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia

oleh -40 views
Jajaran kejaksaan negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) saat pembagian bunga kepada pengendara di pusat kota Kecamatan Blangpidie, Abdya yang diikut sertakan oleh pelajar tingkat pertama dan atas (SMP dan SMA).

ABDYA, Senin (09/12/2019 ) suaraindonesia-news.com – Jajaran kejaksaan negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) memperingati hari anti Korupsi Sedunia tahun 2019 di halaman kantor setempat. Senin (9/12/2019).

Peringatan tersebut diawali dengan upacara dan pembagian bunga kepada pengendara di pusat kota Kecamatan Blangpidie, Abdya yang diikut sertakan oleh pelajar tingkat pertama dan atas (SMP dan SMA) dalam wilayah itu.

Kajari Abdya Nilawati, SH, MH dalam membacakan amanat jaksa agung republik indonesia mengaku peringatan tersebut, merupakan momen penting untuk introspeksi diri dan evaluasi guna mendorong kualitas kerja dalam menghujudkan pemberantasakan korupsi sehingga terciptanya ‘Indonesia maju’ yang bersih dan bebas dari korupsi.

menurutnya, kegiatan yang bertema ‘Bersama Melawan Korupsi, mewujudkan indonesia maju’ sangat relevan untuk semakin meneguhkan kembali komitmen, tanggung jawab dan saling bahu-membahu untuk menegakkan hukum dan pemberantasan korupsi guna mewujudkan indonesia maju.

“Pemberantasan korupsi harus melibatkan semua komponen masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan moral dalam memerangi korupsi,” Kata Nilawati.

Dikesempatan itu pihaknnya mengaku, kejahatan korupsi merupakan masalah yang sangat kompleks, meluas, dan sistemik. Lanjutnya, faktanya menunjukkan seringkali korupsi tumbuh dan subur sebagai bagian dari masifnya kekuasaan ekomomi, hukum, politik dan bahkan merupakan bagian dari sitem itu sendiri.

“Fenomena praktik korupsi yang melembagai ini nyaris merasuki seluruh sektor kehidupan dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga merusak perekonomian dan menghambat pembangunan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam perkembangannya terdapat beberapa persoalan penting yang harus kita waspadai bersama, lantaran kejahatan korupsi kini sudah sedemikan canggih, karena telah memanfaatkan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan.

“Sikap pesimis sebagian besar masyarakat terhadap korupsi yang turut memberikan andil cukup besar sebagai faktor penghambat siknifikan terbebasnya negeri ini dari bahaya perbuatan korupsi,” Sebut Nila.

Kondisi tersebut, katanya, harus diimbangi dengan adanya kesiapan, kapasitas, kapabilitas, dan kopetensi dari aparat penegakkan hukum kejaksaan, serta didukung pula dengan instrumen hukum yang memadai agar upaya pengungkapan kasus korupsi dapat berjalan secara optimal dan kesadaran anti korupsi kepada masyarakat dapat terbentuk.

Ditengah keseriusan kita dalam menanggulangi kejahatan korupsi, harus di akui saat ini masih saja kita menemukan oknum-oknum yang tidak henti-hentinya melakukan tindakan tidak terpuji sehingga memengaruhi wibawa dan citra kejaksaan secara keseluruhan.

Pihaknya menegaskan tidak akan memberikan tolerin setiap bentuk perbuatan tercela dan penyimpangan lainnya.

“Kita membutuhkan keteladanan kuat yang dipelopori oleh hadirnya aparatur penegak hukum kejaksaan yang memiliki konsistensi dan integritas yang mempuni dalam proses pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *