Kebutuhan Daging Tinggi, Siwab Masi Menjadi Program Prioritas Dispertanak Bangkalan

Ir Abd Razak Kepala Dinas Peternakan Bangkalan. (Foto: Anam/SI)

BANGKALAN, Selasa (12/03/2019) suaraindonesia-news.com
– Dalam rangka pemenuhan tingginya kebutuhan daging Sapi Khas Madura menjadi perhatian tersendiri oleh pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, melalui program Dinas Peternakan dengan cara meningkatkan produksi serta menjaga kemurniannya melalui pembatasan jenis sapi lain yang hendak masuk.

Kepala Dinas Peternakan ABD Razak memaparkan, bahwa pihaknya pada tahun 2018 melalui program Iseminasi Buatan (IB) telah berhasil hingga mencapai angka tiga puluh ribuan dan menargetkan pada 2019 ini bisa mencapai empat puluh ribu.

Hal tersebut dilakukan oleh Dinas Peternakan kata Razak, dikarenakan konsumsi daging sapi untuk Kabupaten Bangkalan setiap bulannya sebanyak seribu ekor dan yang dibawa keluar Bangkalan dua ribu ekor, sehingga saat dijumlah dalam satu tahunnya diangka tiga puluh enam ribu.

“Dalam satu bulan motong sapi seribu se Bangkalan mengeluarkan sapi satu bulan dua ribu, kalau kita tidak meningkatkan produksinya lama-lama sapi madura habis maka perlu kita tingkatkan IB nya,” papar Razak saat ditemui diruang kerjanya.

Selain target peningkatan populasi sapi khas Madura, dalam waktu dekat tahun 2019 ini pihaknya juga akan memastikan bahwa daging yang dikonsumsi masyarakat Bangkalan selain dalam kondisi sehat juga halal dengan cara menjalin kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan pelatihan pada pelaku usaha pemotongan hewan.

“Target jangka menengah kami yakni konsumsi daging di Bangkalan harus halal dan baik kita punya program itu, para jagal kita beri pelatihan bekerjasama dengan MUI, sapi ayam bisa disembeli secara syar’i, seperti diistilahkan ‘halalan tayyiba’,” tambahnya.

Peningkatan produksi sapi tersebut menurut Razak merupakan program pemerintah yang dikenal dengan istilah Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB) yang mana sudah ditetapkan juklak juknisnya sehingga masyarakat tinggal menerima manfaat.

“Kalau sekarang pemerintah sedang memililih program usaha khusus sapi induk wajib bunting pemerintah memberikan insentif pada petugas biayanya dari pemerintah jadi masyarakat gratis, besaran biayanya tahun pertama IB Rp 30 ribu satu kali suntik 2017 Rp 50 ribu sekarang ini Rp 30 ribu lagi biasanya kalau suadaya lebih dari itu,” ungkapnya.

Selain itu pada akhir pernyataan, dirinya juga menghimbau pada para petugas peternakan agar makin giat dalam mewujudkan pemenuhan target pemerintah.

“Dari keterbatasan anggaran pemerintah tapi kami ingin target terpenuhi mohon pada petugas pengertiannya karena pemerintah masi bisa mampu mendanai segitu,” tutupnya.

Reporter : Anam
Editornya : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here