Kasus Korupsi DD Blang Makmur, Polres Abdya Limpahkan Berkas Tahap II Dan Tersangka Ke Kejari

oleh -107 views
Kasat Reskrim Polres Abdya AKP Erjan Dasmi, S.T.P saat bacakan press relis tindak pidana korupsi tahap II penyelewengan Dana Desa.anggaran 2018 di Blang Makmur, Kec. Kuala Batee, Abdya.

ABDYA, Senin (4/5/2020) suaraindonesia-news.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Unit tindak pidana korupsi (Tipikor) SatReskrim melimpahkan berkas  tahap II sekaligus  dua tersangka MA (48) dan  RY (48) dalam kasus korupsi Dana Desa (DD) ke kejaksaan Negeri Abdya.

Kapolres Abdya AKBP Moh. Basori, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erjan Dasmi, S.T.P mengungkapkan, pada tahun 2018 di Desa Blang Makmur terdapat APBG sebesar Rp, 1.282.860.000- namun ada beberapa item yang tidak dilaksanakan pekerjaan atau fiktif anggaran yang tidak dapat dipertanggung jawabkan keuangan gampong sebesar Rp, 445.635.500,-

“Kita telah menetapkan tahap II penyidikan terhadap dua tersangka penyelewengan Dana Desa tahun 2018 yaitu  inisial MA (48) Kepala Desa dan RY (48) selaku bendahara di Desa Blang Makmur,” ungkap Erjan.

Lanjut Erjan, berdasar kumpulan beberapa barang bukti diantaranya dokumen RKPG, APBG tahun 2018 dan bukti pertanggung jawaban serta surat perintah pencairan dana dari pihak Kabupaten, kemudian telah kita periksa 15 saksi dengan dua ahli dan surat P-21 dari Kejaksaan Negeri Abdya.

“Setelah dinyatakan lengkap berkas perkara dan barang bukti yang disesuaikan hasil Audit oleh Inspetorat Kabupaten Abdya, menimbulkan kerugian Negara yaitu Rp, 445.635.500,- (empat ratus empat puluh lima juta enam ratus tiga puluh lima ribu lima ratus rupiah) maka tersangka akan kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Abdya untuk mendapatkan status hukum,” tutur Erjan.

Disebutkan Erjan, kedua tersangka telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 JO Pasal 18 Ayat (1) huruf a,b, Ayat (2) UU No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi JO pasal 55 Ayat (1) KUHP.

“Ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan banyak satu Milyar,” pungkas Erjan Dasmi.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *