Kajari Kota Batu: Bantuan ADD dan DD Rawan Dikorupsi

oleh -238 views
Kajari Kota Batu, Nur Chusniah, Saat memberikan penyuluhan hukum kepada kepala desa se kota Batu

Reporter: Adi Wiyono

KOTA BATU, Sabtu (10/6/2017) suaraindonesia-news.com – Bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikucurkan dari Pemkot Batu ke Pemerintah desa dan Dana Desa dari pemerintah pusat, kini keberadaaannya rawan untuk dikorupsi, modusnya diantaranya kegiatan fiktif, pengerjaan proyek dobel anggaran

“Bantuan ADD dan DD itu rawan diselewengkan. Modusnya bisa bermacam-macam. Antara lain melakukan kegiatan fiktif. Mengerjakan satu proyek tapi doubel anggaran. Membuat rencana anggaran belanja (RAB) melibihi harga pasa,” kata Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Kota Batu, Nur Chusniah kepada suara Indonesia.

Saat ditemui usai melakukan Mou (kerja sama) dengan para kepal desa se Kota Batu dalam memberikan pendampingan hukum dalam penyerapan anggaran desa. Wanita berjilbab ini mengatakan selain modus kegiatan fiktif juga bisa dilakukan dengan Markup honorarium perangkat desa. Melakukan pekerjaan harusnya swakelola. Namun dilakukan dengan cara diborongkan.

“Membeli inventaris kantor tapi untuk kegiatan pribadi. Memasukan Pendapatan Asli Desa (PADesa) untuk kepentingan pribadi” Jelasnya

Menurutnya, Tahun ini rata-rata setiap desa menerima bantuan DD Rp1 miliar. Ditambah dana bagi hasil pajak dan retribusi. Ditambah bantuan ADD. Totalnya lebih Rp2 miliar. Dana sebesar itu rawan diselewengkan

“Supaya tidak terjadi kesalahan administrasi dan tindak pidana korupsi. Tahun ini Kejari Kota Batu bersama Pemkot Batu melakukan pendampingan kedesa-desa, Tugas kami memberikan penjelasan kepada pemerintah desa tentang rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar” Ungkapnya

Pendampingan ke desa-desa itu dimaksudkan adalah supaya tidak melakukan korupsi. Menurutnya, tindak pidana korupsi itu disebabkan beberapa hal antara lain karena tekanan, gaya hidup dan perintah atasan.

“Makanya kita terus melakukan pemeriksaan terhadap Kades dan bendahara desa. Supaya penggunaan bantuan DD dan ADD tahun ini tepat sasaran. Kegiatan dan laporan sesuai perencanaan,” sebutnya

Meski demikian kata dia, di kota Batu sampai saat ini penyidik dari Kejari Kota Batu belum menarik kesimpulan. Atas pemeriksaan kepala desa, bendahara desa

“Masih dipilah-pilahkan setiap keterangan yang masuk kepenyidik. Kalau keterangan kades dan bendahara desa sesuai dengan surat pertanggung jawaban (Spj) ADD dan DD tidak kita panggil lagi,” terangnya.

Tinggalkan Balasan