Kabupaten Jember Pelopor Inpres Optimalisasi Pelaksanaan Program Jamsos Ketenagakerjaan

oleh -265 views
Bupati Hendy Siswanto berfoto bersama ahli waris penerima jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: Dokumen Pemkab Jember).

JEMBER, Kamis (5/8/2021) suaraindonesia-news.com – Kabupaten Jember, Jawa Timur ditetapkan sebagai pelopor Intruksi Presiden tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Zainuddin.

“Inpres optimalisasi program jamsos ketenagakerjaan  ditetapkan pada 25 Maret 2021 lalu, Kemudian Bupati Jember mengeluarkan kebijakan untuk memproteksi seluruh Ketua RT/RW se-Kabupaten Jember dengan BPJS Ketenagakerjaan, saya apresiasi dan saya tetapkan Jember sebagai pelopor Inpres ini dan saya harap kabupaten/kota lainnya dapat meniru,” jelas Zainuddin saat menghadiri secara daring penyerahan simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Bupati Jember kepada perwakilan Ketua RT/RW di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (05/08/2021).

Zainuddin menyampaikan bahwa tingkat kepesertaan jaminan sosial ini di Kabupaten Jember masih mencapai 23 persen. Dia meminta Bupati Jember untuk meningkatkan tingkat kepesertaan tersebut.

Selain itu, Zainuddin menyampaikan bahwa dengan ikut BPJS Ketenagakerjaan maka akan mengurangi potensi kemiskinan baru.

“Kita tahu bahwa kematian adalah pasti, kita harus pikirkan nasib orang-orang yang kita tinggalkan kelak. Nah dengan jaminan kematian, setidaknya meringankan beban ahli waris untuk dapat melanjutkan hidup, sehingga mencegah kemiskinan baru,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto mengaku bersyukur dapat menjalankan intruksi presiden dengan memproteksi seluruh Ketua RT/RW dengan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya para Ketua RT/RW inilah garda terdepan kesuksesan program pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hendy Siswanto menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada 10 orang Ketua RT/RW Desa Rambipuji dan Desa Jubung, serta menyerahkan santunan kematian kepada 2 orang ahli waris perangkat Desa Gunungsari.

Hendy juga menjelaskan bahwa saat ini dalam upaya pencegahan Covid-19, dia memberlakukan PPKM Mikro berbasis RT/RW.

“Kita akan memasifkan PPKM Mikro berbasis RT/RW sebagai pencegahan Covid-19 di sektor hulu. Setiap hari selama 7 hari kita akan keliling ke kampung-kampung, ada tim tenaga kesehatan untuk swab warga yang kontak erat dengan pasien Covid-19, tim dinsos akan memberikan bantuan sembako untuk keluarga pasien Covid-19 selama menjalani isolasi, itu akan kami lakukan ke seluruh desa dan kelurahan. Oleh karena itu Ketua RT/RW harus menjaga warganya,” jelas Bupati Hendy Siswanto.

Dia juga berjanji untuk berupaya meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan program pemerintah ke depannya.

Untuk diketahui, adapun untuk membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh Ketua RT/RW menggunakan pos anggaran dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan untuk tingkat Kelurahan melalui pengajuan ke Kecamatan untuk kemudian dianggarkan dari APBD.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *