Jual Ganja Jenis Gorila di Sosmed, Dengan dalih Bisa Tingkatkan Imunitas Mencegah Covid-19

oleh -36 views
Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Kornelis Simanjuntak bersama Kabid Humas, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko bersama barang bukti Ganja Jenis Gorila di Mapolda Jatim, Senin (30/3/2020).

SURABAYA, Senin (30/3/2020) suaraindonesia-news.com – Dikait-kaitkan bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia dan mencegah terinveksi virus corona baru atau Covid-19 dengan mengonsumsi ganja jenis tembakau gorila.

Tiga komplotan pengedar akhirnya diringkus anggota Ditresnarkoba Polda Jatim. Selain itu, tembakau gorila seberat 40 kilogram juga turut disita polisi.

Tiga pelaku itu adalah Fiqih Mahendra (25), warga Gedangan Sidoarjo, Silmi Rahman Ghani (24), warga Sedati Sidoarjo dan Norris Laksana Ramadhan (26), warga Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Kabid Humas, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa modus yang dipakai para pelaku saat mengedarkan ganja tersebut sangat berguna untuk menambah imunitas tubuh, dan bisa terhindar dari virus corona (Covid-19).

“Dalih para pelaku saat menjual ganja sintetis, atau dikenal dengan nama jenis tembakau gorila, bisa menambah gairah seksual serta menambah imunitas tubuh, agar bisa mencegah terkena Covid-19. Setelah diungkap, tiga pelaku kini berhasil diamankan Ditresnarkoba Polda Jatim,” kata Trunoyudo saat gelar rilis di Polda Jatim, Senin (30/3/2020).

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jatim Kombes Pol Kornelis Simanjuntak mengatakan, ketiga pelaku peredaran penjualan barang haram tersebut di wilayah Jawa dan Bali.

“Kita telah melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka, yang mana peredaran penjualan ganja jenis tembakau gorila ini dilakukan oleh para tersangka di wilayah Jawa dan Bali. Mereka memperoleh pasokan dari kenalannya di Cimahi, Jawa Barat,” ujar Kornelis kepada wartawan saat rilis.

Para pelaku mengedarkan tembakau gorila itu di media sosial, akun WhatsApp (WA) dan Line. Ternyata praktik penjualan tersebut telah berlangsung setahun.

“Apabila pembeli di dalam kota seperti Surabaya dan Sidoarjo, mereka akan menerapkan sistem ranjau. Namun, jika pembelinya berdomisili dari luar Jatim, mereka manfaatkan jasa ekspedisi antar barang,” tuturnya.

Untuk harga sendiri, pelaku menjual Rp 350 ribu per lima gram tembakau gorila. Ternyata, selain dijual, barang memabukkan itu juga dikonsumsi sendiri oleh para pelaku.

“(dari keterangan) salah satu tersangka (Silmi) mengonsumsi tembakau gorila yang dijualnya sendiri,” ungkap Kornelis.

Mengenai khasiat ganja jenis tembakau gorila bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia itu sendiri dibantah Kornelis. Pasalnya, hingga kini belum ada hasil apapun yang menyebutkan hal tersebut. Justru, setelah mengonsumsi tembakau gorila, pengaruhnya bisa membuat gairah seksual seseorang semakin meningkat.

“(pernyataan tersangka) ternyata itu tidak benar. Bahwa tidak ditemukan khasiat atau efek dari ganja ini. Yang benar dari keterangan (tersangka Silmi) ini setelah mengonsumsi ganja gorila membuat tingkat seksualnya ini meningkat,” tuturnya.

Pasal yang dikenakan terhadap para pelaku ialah Pasal 112 dan 114 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Reporter : Addy/Agus DC
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *