JFC Jadi Media Silaturrahim, Dynand Fariz Bertemu Cucu Bupati Jember III

Cucu dari Soedarman, Bupati Jember III, Ria Aziz, foto bersama di booth pameran Pemkab Jember bersama Dynand Fariz, Presiden JFC. Foto: Istimewa

JAKARTA, Sabtu (22 Juli 2107) suaraindonesia-news.com – “JFC juga bisa menjadi ajang media silaturrahim menghubungkan yang putus jadi sambung, dan tidak bertemu lama menjadi sambung, dan yang tidak bangga menjadi bangga dan berani muncul menunjukkan diri sebagai warga Jember”.

Itulah kalimat yang meluncur lancar dari mulut seorang desainer busana kelas dunia, asal Jember Dynand Fariz, saat berdialog santai dengan wartawan ketika berkunjung ke booth/stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember dalam Apkasi Otonome Ekspo 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC) terkait makna perhelatan Jember Fashion Carnaval (JFC) Jumat, 21 Juli 2017 pukul 18.00 WIB.

Menurut Dynand, bahwa JFC juga dalam setiap pagelaran secara tidak sengaja banyak anggota warga masyarakat berhasil dipertemukan satu sama lain antar saudara bahkan minimal saudara se daerah. Mereka dari tidak kenal pun bisa saling kenal.

Hanya di ajang JFC. Termasuk bagaimana Dynand Fariz, akhirnya dipertemukan dengan cucu dari Bupati Jember III , Alm Soedarman, bernama Ria Aziz yang kini tinggal di Jakarta Selatan. Baca Juga: Perhelatan JFC, Putri Indonesia 2017 Kenakan Busana Victory

Ria Aziz, mengaku mendengar informasi ada pameran Apkasi baru jam 11.00 WIB sebelum Jumatan dia dipertemukan dengan Dynand Fariz yang sudah terkenalitu dengan JFC nya itu.

Keduanya lantas terlibat obrolan hangat. Mereka saling mengenal dan tukar menukar nomor HP. Apalagi hobby keduanya sama, yakni bersama anaknya bernama Radinka, yang kini tugas belajar di Kenya Afrika Selatan, Ria Aziz, mengatakan seringkali memasarkan dan mengenalkan Jember dengan JFC nya.

Teman teman luar negerinya penasaran dan ingin sekali datang ke Jember. Dynand, langsung berbisik. Di sinilah ada makna karena mbak Ria tadi mengatakan datang ke sini karena ada pameran dan menampilkan talent JFC, sehingga mereka datang.

Mereka sama sama mengingat ingat tentang Jember. Bagaimana Jembatan Gladak Kembar itu adalah dibangun semasa pemerintahan Bupati Jember III Soedarman. Ria mengaku baru beberapa kali datang ke Jember. Pada moment penting saja.

Semisal, saat Unej mengabadikan almarhum pamannya pula yakni R Ahmad, Rektor Unej I, dia hadir. Ria Aziz juga sempat mengenal cerita tentang Jalan Soedarman, yang terpendek dan hanya di depan kantor Pemkab Jember saja.
Ria bersama anaknya, yakni cicit almarhum Soedarman, Bupati Jember III ini sengaja ingin melihat JFC di booth pameran Pemkab Jember. Saat bertemu dengan Dynand Fariz, dia akhirnya ngobrol ke sana ke mari saling bertanya.

Kebetulan Radinka, sedang tugas belajar di Kenya, di mana Dynand Fariz, sering juga datang ke sana untuk memeragakan busana. Dynand akhirnya sedikit membuka bahwa kiprahnya menjadi konsultan karnaval di kota kota Indonesia sudah mencapai 16 kota/Kabupaten termasuk Banyuwangi. Baca Juga: Menpar RI Launching Jember Fashion Carnaval Ke -16

Ria Aziz, menitip salam kepada Bupati Jember, dr Hj Faida, MMR, karena dia merasa bangga setelah melihat Jember. Selain Bupatinya perempuan dan cantik, kini mendapat gelar Kota Karnaval, dan ketenaran Dynand Fariz dengan JFC nya telah mendunia. Dia mengaku semakin bangga.

Sebagai cucu almarhum Bupati Jember III, Soedarman, Ria menyampaikan pesan kepada Bupati secara tersirat, bahwa Soedarman adalah Bupati yang keras dan satu satunya kala itu yang tidak pernah mau berkoalisi dengan Bandar dan para Kompeni atau Belanda. Sehingga saat menjabat dua setengah tahun dia ditahan oleh Belanda di Sidoarjo, hingga meninggal.tahanan sampai tahanan rumah di Sidoarjo, sampai meninggal.

“Saya berharap, semua cerita dan sejarah itu diarsipkan. Kita juga menginginkan adanya Museum,” ujarnya berharap, sedikit menyampaikan aspirasi.(Guntur/Zaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here