Jembatan Kreung Teukuh Terbengkalai, YARA Abdya Tagih Janji Plt Gubernur

Kepala Perwakilan YARA Abdya, Miswar, SH.

ABDYA, Rabu (9/10/2019 ) suaraindonesia-news.com – Kepala Perwakilan YARA Abdya, Miswar, menagih janji Plt Gubernur untuk membangun jembatan Krueng Teukuh yang terbengkalai di Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya.(Abdya). Paling telat akan di bangun tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Plt. Gubernur saat mengunjungi Jembatan tersebut Selasa (18/12/2018) bersama Bupati  Akmal Ibrahim dan Teuku Rifky Harsya.

Jembatan ini sudah terbengkalai hampir sepuluh tahun dan tak kunjung di bangun. Jembatan tersebut sudah pernah masuk dalam anggaran Dana Alokasi Khusus Aceh (Doka) atau Otsus 2018 sebesar Rp 10 Miliar, namun ditengah jalan anggarannya di alihkan ke pembangunan jembatan Mancang Riek.

Padahal masyarakat setempat, sudah sangat membutuhkan jembatan itu segera dibangun untuk kelancaran transportasi menuju lahan pertanian dan perkebunan.  Sampai saat ini masyarakat di Kuala Batee masih menggunakan rakit jika akan melakukan penyeberangan antar gampong oleh karena itu YARA menagih janji Plt Gubernur yang akan menyelesaikan jembatan ini.

“Kami menagih janji Plt Gubernur yang menyatakan akan menyelesaikan jembatan yang sudah hampir sepuluh tahun terbengkalai paling lambat tahun 2020, karena jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat di sini, kami akan kawal janji ini mengingat pembangunannya telah berulang kali gagal,” kata Miswar saat meninjau ke lokasi Jembatan.

YARA Abdya meminta agar Plt Gubernur tidak mengabaikan janjinya mengingat jalan dan Jembatan sebagai salah satu prasarana transportasi yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat yang mempunyai peranan penting dalam usaha pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, kata Yara melalui pers rilis Rabu 9/10, kepada awak media ini, jalan dan Jembatan mempunyai peranan penting untuk mewujudkan sasaran pembangunan seperti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi, dan perwujudan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana di atur dalam UU No 38 tahun 2004 tentang Jalan.

Selain itu pentingnya pembangunan jalan dan jembatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat atas angkutan barang dan jasa (orang) yang aman, nyaman, dan berdaya guna benar-benar akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Abdya dan Kuala Batee khususnya.

“Keberadaan jembatan ini menjadi penting bagi masyarakat di sini, setiap hari ada ratusan orang yang melintasi di sungai ini dengan menggunakan rakit tradisional yang rentan dengan keselamatan, kami ingin Abdya juga mendapat perhatian serius dari Plt Gubernur untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terutama dalam angkutan barang dan jasa (orang) yang aman, nyaman, dan berdaya guna benar-benar akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Abdya, sehingga keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia juga sebagai mana di atur dalam pasal lima pancasila dan UUD 1945 juga sampai ke Abdya,” terang Miswar.

YARA mengingatkan kepada Pemerintah Aceh dan Abdya bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas umum yang layak yang harus diatur dengan undang-undang sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 34 ayat (3) UUD 45, pengabaian terhadap hak warga di Abdya untuk mendapatkan fasilitas infrastuktur yang layak merupakan pelanggaran terhadap hak warga Negara.

“Penyediaan fasilitas umum yang layak telah di jamin oleh UUD 45, jembatan Krueng Teukueh ini merupakan fasilitas umum yang sangat di butuhkan oleh masyarakat di Kuala Batee, oleh karena itu kami menunggu itikat baik Pemerintah Aceh dan Pemkab Abdya untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut tahun 2020 ini,” pungkas Miswar.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here