Jalan Desa Rusak Parah, Masyarakat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

Kondisi jalan yang rusak parah di Desa Leubok Pusaka, Kec. Langkahan, Kab Aceh Utara.

ACEH, Rabu (6/11/2019) suaraindonesia-news.com – Kondisi jalan lintasan utama Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, rusak parah terutama saat terjadi curah hujan.

Kerusakan jalan tersebut karena setiap hari di lalui kendaraan milik sejumlah perusahaan seperti Triangle Pase dan Exxon Mobile, dua perusahaan ekplorasi minyak dan gas yang beroperasi di blok A. Selain itu juga lintasan jalan tersebut di gunakan oleh perusahaan perkebunan milik swasta.

Gencarnya aktivitas perusahaan tersebut dalam pengangkutan hasil produksi tersebut, setiap hari melintasi jalan utama tersebut, menyebabkan jalan rusak.

Akibatnya, sejumlah warga Desa yang menggunakan jalan tersebut mengeluh dengan kondisi jalan yang sulit dilalui oleh warga setempat terutama pengendara roda dua, karena jalan licin, berlumpur dan rawan kecelakaan.

Kepala Desa Leubok Pusaka Sulaiman, kepada media mengatakan, warga Desa sangat berharap adanya kepedulian, perhatian dan bantuan dari beberapa perusahaan yang selalu melintas dijalan tersebut.

“Saya sangat berharap adanya perhatian dari perusahaan yang menggunakan jalan ini, seperti Exxon Mobil dan Triangle yang merupakan perusahaan minyak milik negara,” terang Sulaiman.

Dia juga berharap, perusahaan-perusahaan itu dapat membantu memperbaiki jalan tersebut demi kenyamanan bersama.

Menurut Sulaiman, selain perusahaan itu, dua Perusahaan pemegang HGU PT. Tualang Raya dan PT. Kurnia juga diharapkan dapat ikut berperan menjaga jalan Desa, agar tidak menimbulkan keresahan yang dapat memicu efek yang tidak baik.

“Di khawatirkan akan terjadi penutupan jalan yang dilakukan oleh warga terhadap kendaraan milik perusahaan yang melintasi jalan ini,” tandas Sulaiman.

Berdasarkan pantauan media, kerusakan jalan bukan hanya di Gampong Leubok Pusaka tapi lebih parah lagi disepanjang jalan Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Kondisi jalan hancur, pengguna jalan sulit melintasinya karena sangat licin dan berlumpur, padahal di gampong Sijudo banyak perusahaan besar yang melalakukan usahanya, seperti Triangle Pase.

“Perusahaan hanya memikirkan keuntungan besar mereka sendiri, mereka tidak mau tau dengan nasib masyarakat di sini,” terang Rahmat, warga setempat.

Seharusnya kata dia, pihak perusahaan lebih peka dan peduli, karena yang menyebabkan jalan hancur adalah mereka.

“Jadi kami masyarakat yang menjadi korban. Kami masyarakat minta kepada Bupati dan DPRK Aceh Timur untuk turun melihat kondisi jalan kami, dan bisa menegur pihak perusahaan untuk membangun jalan dan peduli terhadap nasib masyarakat,” tukasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here