Jalan Desa Memperihatinkan, Warga Desa Pragaan Daja Pertanyakan Realisasi DD

oleh -33 views

SUMENEP, Rabu (8/5/2019) suaraindonesia-news.com – Dana Desa (DD) yang dikucurkan pemerintah guna pembagunan infrastruktur di perdesaan ternyata tidak semua berjalan sebagaimana mestinya.

Seperti yang terjadi di Desa Pragaan Daja, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ada beberapa akses jalan yang tak tersentuh Dana Desa. Seperti jalan yang terletak di Dusun Gunung Putih Atas menuju Dusun Rembang Atas dan juga bisa menuju Kecamatan Guluk-guluk.

Padahal kucuran Dana Desa (DD) ke Desa Pragaan Daja cukup fantastik, dan lebih dari cukup untuk memperbaiki akses jalan Desa. Namun kenyataannya Kepala Desa setempat terkesan membiarkan dan tidak mau peduli.

Jalan rusak ini dikeluhkan oleh masyarakat melalui akun facebooknya atas nama Zanorrahman, berikut isi statusnya.

“Saya sebagai masyarakat sekitar menghimbau jangan lewati jalan ini, karena sudah tidak layak sebagai jalan umum. Sangat miris jika ADD dan DD jumlahnya ratusan bahkan sampai milyaran tapi jalannya tak layak,” tulisnya.

Jalan yg menunjukkan arah ke rumah Asy’ari Asy’ari Ahmadi Yanto Syem Muzammil Vick.

Status yang diaplud sekitar pukul 10.39 WIB itu mendapatkan banyak tanggapan dari nitizen, salah satunya dari Kepala Desa Pragaan Daja dengan nama akun facebook Imrah KaDes Muda.

Alhamdulillah..
Trmksh kami haturkan kpd adik2 atas kepedulianx kpd desa qt tercinta ini, kami atas nama aparatur desa sdh sepakat utk jln itu kami anggarkan utk tahun ini, mohon maaf bukan maksud kami selama ini jln itu mau d kesampingkan, tp sudah di sesuaikan dgn hasil musyawarah kesepakatan bersama bahwa utk realisasi anggaran DD itu yg selama ini sdh berjalan setiap tahunnx dgn sistem pemerataan di setiap dusun. Qt bisa lihat InsyAllah utk program2 trsbt d masing2 dusun sdh terealisasi, kami aparatur desa tdk bisa berjalan sendiri, kami sangat butuh masukan2 dn saran2 dr kalian semua, agar pengalokasian anggaran trsbt tdk sia2 dn tdk salah sasaran. Sekali lg kami haturkan bxk temksh ats kepedulianx kpd desa.

Kondisi jalan yang hancur dan tanah liat menjadi juga menjadi keluhan masyarakat khususnya para pelajar di desa setempat.

“Kami sangat prihatin setiap pagi ketika hendak menuju ke sekolah INSTIKA, apalagi saat musim hujan datang, akses jalan ini bak kubangan kerbau,” salah satu pelajar yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut mereka,  warga sering melaporkan terkait rusaknya jalan tersebut kepada pihak Desa, namun jawaban yang diterima hanyalah menunggu.

“Sampai kapan kami harus menunggu. Apa sampai jatuh korban. Kita berharap jalan ini secepatnya diperbaiki agar pelajar dan warga yang melintas merasa nyaman,” harapnya.

Reporter : Halis
Editor : Amin
Publisher : Dewi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *